[JAKARTA] Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia sedang mengalami masa suram dalam implementasinya saat ini. Hal itu sebenarnya tidak boleh terjadi, meskipun arus globalisasi terus mengancam dan mencoba menggerus nilai-nilai Pancasila.
Karena itu, kaum muda harus diperkenalkan lagi tentang nilai-nilai Pancasila dan tidak dengan cara pemaksaan seperti pada era Orde Baru. Hal itu ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Kosgoro, Bambang W Soeharto kepada wartawan di Kantor Presiden Jakarta, Jumat (29/8). Bersama pengurus DPP Kosgoro lainnya, dia bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam pertemuan itu, Bambang didampingi Wakil Ketua Umum Kosgoro, Hayono Isman.
Menurut Bambang, arus globalisasi saat ini menggerus Pancasila sebagai ideologi negara. Hal itu terbukti dari penerapan nilai-nilai Pancasila yang sangat minim di tengah masyarakat. Bahkan, ada kecenderungan nilai-nilai Pancasila itu telah ditinggalkan.
Dikatakan, semua negara memiliki ideologi, termasuk Amerika Serikat yang sudah menjadi negara demokrasi termodern. Dia yakin, Pancasila dapat menahan laju arus globalisasi. "Pancasila itu sebenarnya sangat luar biasa," katanya.
Terkait dengan pasar bebas, dia berpendapat perlu ada intervensi dari pemerintah terhadap pasar. Tujuannya, agar harga-harga tidak melulu mengikuti pasar, tetapi juga bisa dikendalikan.
Bambang juga mengaku bahwa dalam pertemuan dengan Presiden itu tidak dibicarakan masalah pencalonan kembali Yudhoyono pada pemilihan presiden 2009. "Kami tidak membicarakan masalah politik," jelasnya. Dia menegaskan Kosgoro adalah organisasi independen yang tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu. [A-21]