[SEMARANG] Sejak dicanangkan sebagai provinsi vokasi lima bulan lalu, Jateng benar-benar mewujudkan tekatnya untuk menjadi pusat pendidikan kejuruan di Tanah Air. Keberanian dan tekad Jateng untuk menjadi provinsi vokasi atau pusat pendidikan kejuruan itu berangkat dari rasio jumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) berbanding SMA, yaitu 947 unit (52,87 persen) berbanding 864 unit (47,32 persen).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Kunto Nugroho, dalam forum dialog dengan wartawan dan LSM di Semarang, Kamis (28/8) mengatakan, untuk rasio siswa SMK dan SMA menunjukkan angka 420.192 siswa (52,7 persen berbanding 371.326 siswa (47,3 persen). Dijelaskan, secara kualitatif, SMK di Jateng juga memiliki 54 sekolah bertaraf internasional, dari 179 sekolah bertaraf internasional di Tanah Air. Di DKI Jakarta hanya ada 6 SMK bertaraf internasional, 19 di Jawa Barat, dan 26 di Jawa Timur.
''Dari 35 kabupaten/kota di Jateng, Kota Solo tercatat pertama kali mencanangkan diri sebagai kota vokasi, lalu diikuti Kota Magelang, Pekalongan, dan dalam waktu dekat disusul Kabupaten Pekalongan,'' tegasnya.
Tahun 2009, ditargetkan rasio SMK dan SMA di Jateng telah memenuhi target nasional, yakni 60 persen berbanding 40 persen. Secara nasional, tahun 2015, target itu ditingkatkan menjadi 70 persen berbanding 30 persen.
Dari 221 SMK yang secara nasional memiliki sertifikat Sistem Manajemen Mutu (SMM), ISO 9001-2000, 61 SMK di antaranya berada di Jawa Tengah. Tercatat, saat ini terdapat 38 SMK yang telah dikembangkan menjadi SMK unggulan dengan fasilitas dan sumber daya manusia yang lengkap untuk menjadi TUK (tempat uji kompetensi). [142]