SUARA PEMBARUAN DAILY

Boneka Pompi Sosialisasikan Keamanan Pangan

Sekitar 400 siswa Sekolah Dasar Bintaro 03, Bintaro, Tangerang dengan lantang melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, di lapangan sekolah mereka, Kamis (28/8). Matahari pagi yang mulai terasa menyengat tak menyurutkan keriangan kanak-kanak itu. Apalagi ketika mereka melihat kemunculan boneka tangan Pompi, yang menjadi maskot dalam kegiatan penyuluhan keamanan pangan Badan POM RI.

Mereka pun segera mengambil posisi terdekat dengan panggung boneka, agar bisa mendengar kisah Pompi. Tokoh Pompi dikisahkan sebagai anak sekolah yang tak suka jajan sembarangan. Pompi pun tak pernah mengalami sakit perut, apalagi diare. Sebab, ia tahu betul bagaimana memilih makanan yang sehat dan aman bagi dirinya.

Usai mendengarkan kisah Pompi dalam panggung boneka, secara berkelompok. Murid-murid kelas 1-6 SD ini pun kembali mengikuti kegiatan lain. Kali ini mereka mendengarkan kisah lainnya lewat acara story telling yang dikisahkan oleh seorang pencerita (story teller).

Menurut Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM RI, Dra Aziza Nuraini, Apt MM, pesan moral yang ingin disampaikan dalam seluruh kisah yang disampaikan pada acara ini adalah, jangan jajan sembarangan, dan pilihlah makanan yang sehat serta aman bagi kesehatan tubuh.
"Agar target sasaran mudah tergugah, termotivasi, terkesan, dan selalu mengingat pesan-pesan keamanan pangan yang disampaikan, maka diperlukan maskot dalam kampanye ini. Untuk itulah kami menciptakan tokoh Pompi," katanya.

Aziza mengatakan, karakter Pompi digunakan di seluruh kegiatan, dengan harapan dapat menghidupkan karakter Pompi, sehingga tidak hanya berhenti sebagai ikon. Namun bisa menjadi standar perilaku bagi target sasaran masyarakat, terutama masyarakat sekolah," urainya.

Menurut Aziza, sosialisasi mengenai lima kunci keamanan pangan dan bahan berbahaya yang dilarang dalam makanan ini baru pertama kali dilakukan Badan POM RI ke sekolah. Rencananya tak hanya sekolah di Jakarta, kegiatan serupa juga akan digelar di Surabaya, dan Semarang.

"Kegiatan ini akan terus kami selenggarakan di sekolah-sekolah lain hingga 2009. Dengan informasi ini diharapkan anak-anak tidak akan sembarangan dalam membeli jajanan," imbuhnya.

Aziza mengatakan, yang dimaksud dengan lima kunci keamanan pangan adalah jagalah kebersihan, pisahkan pangan mentah dari pangan matang, masaklah dengan benar, jagalah pangan pada suhu aman, gunakan air dan bahan baku yang aman.

Aziza berharap, kegiatan sosialisasi bertajuk "Petualangan Pompi" ini akan dapat menumbuhkembangkan sikap sadar keamanan pangan sejak dini. Selain itu juga dapat memberikan efek yang meluas ke banyak bidang. "Kami juga berharap melalui kegiatan ini seorang anak Indonesia akan mampu menjadi seorang motivator, dan sadar keamanan pangan di lingkungan sekitarnya," tandasnya.

Siswi kelas 6 SD 03 Bintaro, Nadia, mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan ini. Lewat cerita-cerita dan tokoh Pompi, ia kini memahami pentingnya memilih jajanan yang sehat dan aman bagi dirinya. [SP/Yumeldasari Chaniago]


Last modified: 30/8/08