SUARA PEMBARUAN DAILY

Penolakan Karadzic

Pemimpin Serbia Bosnia, Radovan Karadzic, terang-terangan bersikap menantang ketika tampil di depan pengadilan internasional PBB yang tengah mempersiapkan persidangan terhadap dirinya atas dakwaan genosida, dengan menolak menyampaikan pernyataan tidak bersalah. Karadzic menyebutkan Pengadilan Kriminal Internasional untuk bekas Yugoslavia (ICTY) tidak lain adalah sekutunya NATO yang berkeinginan menyingkirkannya. Hakim Iain Bonomy akhirnya memasukkan permohonan tidak bersalah atas nama Karadzic untuk sebelas dakwaan secara keseluruhan yang diajukan terhadap penjahat perang Bosnia itu. Dengan demikian, proses prapersidangan dapat terus dilanjutkan, meskipun Karadzic menolak legitimasi pengadilan tersebut.

Karadzic (63) dijatuhi dakwaan genosida atas sangkaan mendalangi sejumlah kekejaman, termasuk pembantaian lebih dari 8.000 Muslim Bosnia di Srebrenica pada bulan Juli 1995 dan pengepungan mematikan di Sarajevo, ketika ia menjadi Presiden Republik Serbia Bosnia yang memisahkan diri.

Dalam persidangan kedua di ICTY, Karadzic tidak hanya melakukan langkah-langkah yang cenderung bertikai namun juga menampakkan sikap sarkastik. Ia menolak merespons dakwaan mendalangi kekejaman-kekejaman Serbia di seantero Bosnia pada perang 1992-1995 yang dituduhkan terhadap dirinya. "Pengadilan seolah-olah merepresentasikan pengadilan komunitas internasional. Padahal pengadilan ini faktanya adalah pengadilan NATO yang bertujuan menyingkirkan saya," kata Karadzic. "Saya tidak akan menyampaikan permohonan tidak bersalah," tandasnya. [AP/E-9]


Last modified: 30/8/08