SUARA PEMBARUAN DAILY

Penghematan Listrik Bisa Capai 430 MW

SP/Ignatius Liliek

Pengunjung menaiki eskalator di salah satu pusat perbelanjaan di Senayan, Jakarta, Jumat (29/8). Untuk mengurangi beban listrik, pengusaha pusat perbelanjaan, hotel dan rumah makan sepakat melakukan penghematen listrik dengan menggunakan generator tiga jam sehari dalam satu minggu.

[JAKARTA] Penghematan listrik di sektor bisnis dan industri diperkirakan bisa mencapai 430 Megawatt (MW) pada waktu beban puncak. Pencapaian tersebut berasal tambahan penurunan beban dari sektor industri 7 hari kerja sebesar 120 MW.

Direktur Jawa-Bali PLN Murtaqi Syamsudin mengatakan sudah ada 51 industri di Jawa-Bali yang berkomitmen mengganti sistem kerjanya tanpa mengurangi produktivitas.

"Mulai bulan puasa ini mereka mengalihkan sebagian daya saat beban puncak," kata Murtaqi di Jakarta,Jumat (29/8).
Industri 7 hari kerja yang tidak terkena aturan pergeseran Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 menteri akan mengalihkan operasional industrinya pada pukul 18.00-22.00 WIB ke waktu beban biasa (bukan beban puncak)

Seperti, industri petrokimia di Banten yang memakai daya 140 MW, bersedia mengalihkan beban 32 MW setelah beban puncak, pukul 23.00 WIB.
Penurunan beban pada beban puncak juga berasal dari pelanggan industri yang terkena SKB 5 menteri, yaitu sebesar 150-180 MW dari 3010 industri.

Kemudian, penurunan beban dari sektor bisnis sebesar 10-20 persen yang mewajibkan penggunaan genset sendiri pada waktu beban puncak Pk 17.00-22.00. Penurunan beban yang diperoleh sebesar 130 MW oleh 2300 pelanggan bisnis di mal, kantor, dan hotel.

Penurunan beban dilakukan untuk menghindari pemadaman listrik selama bulan puasa pada pelanggan umum. Diprediksikan konsumsi listrik pada bulan puasa hingga akhir tahun meningkat sebesar 2,5 persen setara 400 MW.

Tetap Berhemat

Pemerintah yakin, bisa mengantisipasi kebutuhan listrik selama bulan puasa. Meski aman, pemerintah tetap meminta masyarakat untuk melakukan penghematan.

"Kelistrikan di Jawa-Bali rata-rata mencapai 17.200 Mega Watt (MW), dengan perkiraan beban puncak 16.300 MW, sehingga masih ada cadangan daya 700-900 MW," ujar Dirjen Minyak dan Gas Departemen ESDM, Evita Legowo di jakarta, Jumat (29/8).

Diakui, masih ada beberapa sistem yang mengalami defisit pasokan sekitar 430 MW. Oleh karena itu, PLN diminta untuk meningkatkan kesiagaan menjaga keandalan pasokan listrik, dengan tidak melakukan pekerjaan pemeliharaan yang dapat menggangu pasokan.

"Terutama H-1 sampai H+7. Kecuali pekerjaan akibat ganguan dan meningkatkan koordinasi dengan aparat terkait untuk menjaga keamanan instalasi," papar Evita.

Terkait stok BBM, Evita menjelaskan, untuk September 2008 stok premium 16,4 hari, minyak tanah 20,5 hari, solar 23,3 hari, yang ditujukan untuk mengamankan BBM selama Ramadhan dan Lebaran.

"Menurut pengalaman tahun 2007, pada H-7 sampai H+7 Lebaran, Pertamina menambah pasokan premium sebesar 14,7 persen, namun permintaan solar diperkirakan akan menurun 33,8 persen. Pertamina telah menyiapkan kantor BBM dan SPBU Transit dan posko BBM sepanjang jalur mudik," urainya.

Tidak Ada Pemadaman

Sementara itu, PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjamin tidak ada pemadaman listrik secara bergilir di Sumatera Utara (Sumut) selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Pasokan listrik juga diperkirakan aman untuk Natal dan Tahun Baru 2009.

Menurut General Manager (GM) PLN Wilayah Sumut, Manerep Pasaribu, suplay energi dilakukan setelah pihaknya memajukan lebih awal jadwal perbaikan dan pemeliharaan mesin pembangkit, yang biasanya dilakukan pada September dan Oktober, menjadi Juni, Juli, hingga Agustus ini. [DLS/M-6/151/D-10]


Last modified: 30/8/08