SUARA PEMBARUAN DAILY

Tingkat Inflasi di Eropa Turun

[BRUSSELS] Tingkat Inflasi tahunan di 15 negara anggota Uni Eropa, menurut perhitungan untuk bulan Agustus ini, turun menjadi 3,8 persen, dibanding rekor tertinggi Juli, yang mencapai 4,0 persen. Menurut perkiraan Lembaga Eurostat, salah satu faktor penyebab penurunan adalah cenderung menurunnya harga minyak dunia.

Sebelumnya, para ekonom memperkirakan, inflasi di Uni Eropa akan mencapai 3,9 persen, seperti data yang dikeluarkan oleh Dow Jones.

Prediksi itu, melihat fakta bahwa saat harga minyak mencatat rekor tertinggi, US$ 150 per barel, inflasi harga konsumen tahunan di Zona Euro bulan Juli mencapai 4,0 persen, merupakan level tertinggi sejak euro diluncurkan tahun 1999.

Turun

Namun sejak itu, harga minyak secara bertahap turun, dan terhenti pada harga US$ 117 per barel, hari Jumat (29/8), di bursa di London. "Hal ini justru menumbuhkan harapan bahwa inflasi di Zona Euro akan melampaui titik puncak," ungkap seorang pejabat Uni Eropa (UE), sambil menunjukkan data perekonomian organisasi itu, Jumat (29/8) di Brussel, Belgia.

"Kami yakin, puncak inflasi di Zona Euro ini sudah terjadi pada bulan Juni-Juli pada angka 4,0 persen," tegas Laurent Bilke dari Lehman Brothers.

Turunnya tingkat inflasi ini, memberi harapan bagi konsumen dan pengusaha, yang saat ini sama-sama berjuang mengatasi kondisi ekonomi yang tergolong tidak menentu.

Didorong oleh makin naiknya harga minyak dan bahan pangan, inflasi tinggi justru menekan belanja konsumen dan bisnis. Ini sama saja meletakkan beban tambahan buat mereka, di tengah usaha mengatasi diri dari lemahnya ekonomi. [AP/E-4]


Last modified: 30/8/08