SUARA PEMBARUAN DAILY

Jalur Pantura Dipastikan Siap Saat Arus Mudik

[SEMARANG] Perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa, kini sudah mencapai 90 persen. Sekitar 15 hari sebelum Lebaran, diyakini jalur Pantura siap melayani arus mudik.

"Bisa dipastikan, jalan-jalan di jalur Pantura sudah siap untuk arus mudik Angkutan Lebaran 2008 ini, tanpa ada gangguan. Beberapa ruas jalan, khususnya di wilayah Jawa Tengah, yang beberapa tahun terakhir sering mengalami banjir, sudah ditinggikan karena kondisi tersebut yang membuat jalan mudah rusak," ujar Direktur Jalan dan Jembatan Wilayah Barat, Ditjen Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum, Hediyanto Husaini, di Semarang, Jumat (29/8).

Dikatakan, kondisi prasarana menjadi hal penting dan harus diperhatikan menjelang masa angkutan Lebaran. Untuk itu, beberapa program jangka panjang perbaikan jalan ditargetkan dapat selesai sebelum terjadi arus mudik. Ia menjelaskan, seperti pada jalan di kilometer 80 hingga 86 Semarang, antara Pati-Rembang, ditinggikan sampai 70 centimeter (cm).

Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub), Jusman Syafii Djamal memaparkan, para kontraktor memacu pekerjaannya, sehingga bi-sa menyelesaikan perbaikan jalan sepanjang 500 meter/hari. Sedangkan pengaspalan diselesaikan 1 km/hari.

"Untuk perbaikan jal;an sepanjang 6 km, dibutuhkan waktu sekitar 20 hari," katanya.

Menhub berharap, perbaikan betul-betul sudah selesai saat arus mudik mulai berlangsung, baik pemasangan beton maupun pengaspalan.

"Khusus jalan menuju Demak, kami harapkan bisa diselesaikan empat lajur. Begitu juga beberapa wilayah lain yang terdiri dari dua lajur, masing-masing dua meter bahu jalan dan tujuh meter badan jalan yang diaspal," katanya.

Jalan Melingkar

Untuk beberapa wilayah, yang jalannya tidak dapat diaspal, seperti di jalan antara Pati-Kudus, dibuat jalan melingkar untuk melancarkan arus lalu lintas.

Menurut Menhub, kerusakan badan jalan, yang terjadi dari tahun ke tahun, terjadi akibat beban jalan yang terlalu tinggi. Jenis kendaraan yang melintas, rata-rata berbadan besar dengan muatan yang berat.

Oleh karena itulah, mulai Desember 2008, tidak ada lagi toleransi kelebihan batas beban muatan (tonase), atau nol persen. Saat ini, masih diberi toleransi kelebihan muatan sampai 40 persen.

"Dikatakan, 15 hari sebelum Lebaran, semua lajur sudah siap digunakan, apalagi akan terjadi peningkatan pengguna angkutan. Jumlah bus saja mencapai sekitar 34.000 unit. Meski meningkat, dapat dipastikan, kapasitas jalan akan tetap cukup, walaupun kemungkinannya akan terjadi pengurangan kecepatan," urainya. [DMP/N-6]


Last modified: 30/8/08