SUARA PEMBARUAN DAILY

Telkom Butuh Pemimpin yang Inovatif

[JAKARTA] Akibat menurunnya pendapatan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk, muncul keinginan agar dilakukan pergantian jajaran direksi. Menghadapi tantangan ke depan, dibutuhkan pemimpin yang inovatif dan antisipatif menyikapi perkembangan pasar. Dengan begitu diharapkan dapat mengembalikan kejayaan Telkom.

"Saya kira dalam dalam rapat umum pemegang saham pada September mendatang, agenda penggantian direksi harus dimasukkan. Bagaimana bisa kinerja Telkom sekarang menurun. Ini harus dicegah dan jangan sampai terus berlanjut," kata Anggota Komisi VI DPR, Yusuf Perdamaian, di Jakarta, Jumat (29/8).

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Telkom akan berlangsung tanggal 19 September 2008 mendatang. Salah satu agendanya adalah pergantian jajaran komisaris.

Vice President Investor Relation & Corporate Secretary, Harsya Denny Suryo dalam pernyataan tertulisnya menjelaskan, laba bersih Telkom periode semester I/2008 mengalami penurunan sebesar 4,94 persen dibandingkan semester I/2007. Dalam periode tersebut, meski turun, Telkom membukukan laba bersih sebesar Rp 6,29 triliun.

Seperti diketahui, penurunan laba dipicu antara lain merosotnya pendapatan dari layanan anak perusahaannya. Direktur Utama PT Telkom Rinaldi Firmansyah menjelaskan, mseskipun selama enam bulan pertama Telkom berhasil meningkatkan pendapatan (revenue) hinga enam persen menjadi Rp 30,2 triliun dari sebelumnya Rp 28,5 triliun, namun tidak cukup untuk menutup penurunan laba perusahaan.

"Penurunan laba dipicu antara lain merosotnya pendapatan dari layanan seluler anak perusahaan PT Telkomsel," katanya. Lebih jauh Yusuf Perdamaian mengatakan, Telkom harus dikembalikan kejayaannya seperti pada era empat atau lima tahun yang lalu. Untuk itu Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus berani melakukan penataan dan perbaikan di jajaran direksi. [M-11]


Last modified: 30/8/08