[JAKARTA] Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Faisal mengatakan, konsumsi premium meningkat secara luar biasa. Semula, realisasi rata-rata penjualan 50.000 kiloliter (kl)/hari. Namun, sekarang penjualan premium bisa mencapai 57.000 kl/hari.
Realisasi penjualan BBM bersubsidi, premium, solar, dan minyak tanah hingga Agustus ini, sudah mencapai 25,7 juta kl atau 72 persen dari kuota APBN-P 2008, yaitu 35,5 juta kl.
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Migas, Hanggono T Nugroho mengatakan, BPH telah mengusulkan pembangunan SPBU khusus nonsubsidi, sebagai salah satu cara mengendalikan pembelian. Pertamina telah membangun 18 SPBU nonsubsidi di daerah industri pertambangan.
"Menjelang Lebaran, kami akan menambah stok menjadi 22 hari dari biasanya 16 hari, mengantisipasi lonjakan premium," tandas Murtaqi.
Memenuhi lonjakan permintaan tersebut, Pertamina akan menambah impor Premium BBM sebanyak 2 juta barel dari normalnya 3 juta barel/bulan. Stok solar saat ini tersedia untuk 23 hari dan minyak tanah 20 hari. [DLS/N-6]