![]()
[NEW YORK] Kompetisi bola basket NBA, yang disebut-sebut sebagai turnamen bola basket paling bergengsi di dunia, kini tercemar. Tim Donaghy, seorang wasit NBA, dihukum penjara selama 15 bulan, karena terbukti bersalah mencoba mengatur hasil dalam sejumlah pertandingan NBA.
Hakim Carol Amon yang memvonis Donaghy dengan 15 bulan penjara ditambah tiga tahun pembebasan bersyarat, mengatakan bahwa perbuatan sang wasit telah membuat olahraga tercemar dengan perilakunya yang menerima ribuan dolar dari penjudi profesional dan menukarnya dengan informasi-informasi tentang pertandingan, termasuk upayanya mencoba mengatur hasil akhir pertandingan.
"NBA, para pemain, dan para pencinta (basket) menaruh harapan kepadanya untuk melakukan tugas (sebagai wasit) dengan jujur," tutur Hakim Amon.
Donaghy mendengarkan vonis hakim itu dengan dua tangan terlipat di depan dadanya. Dia mengatakan kepada sang hakim, "Saya telah memalukan diri saya, keluarga saya, dan profesi (sebagai wasit)," katanya.
Sementara itu, John Lauro yang menjadi pembela Donaghy meminta kepada Amon untuk memberikan hukuman percobaan saja kepada kliennya yang berusia 41 tahun. Alasan yang dikemukakan Lauro, kecanduan Donaghy pada judi telah cukup menghancurkan diri dan keluarganya, dan dia perlu mendapatkan perawatan serta terapi psikologis untuk menghilangkan kecanduannya pada judi.
Donaghy mencoba mengatur hasil akhir pertandingan, dengan mem-foul para pemain yang tidak bersalah dengan berbagai jenis hukuman. Dia juga berusaha membatalkan bola yang telah masuk. [AP/B-8]