
[BANDUNG] Pemain tunggal putra Taufik Hidayat semakin terpacu untuk mempertahankan medali emas Olimpiade setelah sembuh dari sakit demam yang baru saja dideritanya. Memang, katanya, persaingan Olimpiade 2008 Beijing bakal lebih ketat sehingga untuk mempertahankannya pun akan sangat berat.
"Saya menganggap sakit sebagai motivasi tambahan," kata Taufik di sela-sela acara turnamen bulutangkis antarsekolah Milo School Competition (MSC) di Bandung, Rabu (30/7).
Dia mengakui, akhir-akhir ini dia tidak bisa menuai hasil maksimal dalam berbagai pertandingan super series dan juga Piala Thomas 2008, Mei lalu. "Kondisi tahun ini juga berbeda. Posisi saya harus mempertahankan gelar juara, sedangkan empat tahun lalu bertindak sebagai perebut emas," ungkapnya.
Saat ini, lanjut mantan juara dunia itu, kekuatan tunggal putra juga cukup merata. Terbukti, gelar juara super series tak hanya dipegang satu pemain saja. "Siapa yang siap di lapangan dialah yang menang," tegas Taufik.
Oleh karena itu, dia tak mau menyia-nyiakan waktu yang tersisa menuju Olimpiade. Dalam waktu yang sangat singkat, dia akan lebih giat berlatih. Tim bulutangkis rencananya akan berangkat ke Beijing pada Minggu (3/8) mendatang.
Milo School Competition
Mengenai kejuaraan antarsekolah MSC, Taufik menjelaskan, kejuaraan itu sangat baik terutama untuk mencari bibit pemain. "Saya gembira melihat peserta yang cukup banyak. Dari sini, saya berharap akan lahir juara masa depan Indonesia," kata pebulutangkis yang mendedikasikan piala dengan namanya pada turnamen ini.
Pertandingan kemarin menyelesaikan 378 laga yang terbagi di dua tempat, dengan perincian 182 pertandingan GOR Bandung dan 98 laga di GOR PDAM.
Beregu SD putri hari ini memasuki babak final. Unggulan utama SD Sukaraja Sumedang mengalahkan SD Banjarsari dengan skor 2-0 dan maju ke final. Pemenang beregu SD putri akan menerima Piala Taufik Hidayat yang langsung akan diserahkan oleh Taufik Hidayat. Unggulan pertama beregu SMP putra, SMP 10 Bandung menundukkan SMP 1 Cililin dengan skor 2-0. [W-11]