SUARA PEMBARUAN DAILY

Lebih Enak Sopir Roti Keliling

Kejelian menangkap peluang sangat menentukan maju mundurnya sebuah usaha. Selain kualitas dagangan, sistem pemasaran juga menjadi faktor yang sangat penting untuk bertahan.

Salah satunya adalah berdagang roti menggunakan mobil keliling. Sekilas tak banyak bedanya dengan jualan roti menggunakan sepeda motor, gerobak roti ataupun sepeda. Namun menggunakan mobil, terkesan dagangan adalah roti yang dibuat lebih enak apalagi pembeli bisa melihat langsung dari balik kaca susunan roti yang menarik hati.

Seperti yang dilakukan Yadi Solichin (33), pedagang roti mobil keliling. Sudah setahun terakhir dia berdagang roti dengan mobil khusus merek Istana Serpong yang berpusat di Perumahan BSD. Yadi memasarkan roti di kawasan Gading dan sekitarnya. Dia sudah mengambil roti sejak pukul 04.00 WIB.

Dalam satu hari omzet dagangannya tak kurang dari Rp 1 juta. Sekitar Rp 600 ribu di pagi hari dan sisanya pada waktu penjualan di sore hingga malam hari. Bagi ayah satu anak ini, menjadi pedagang roti bermobil cukup menyenangkan karena dia bisa mengatur diri sendiri. Hasil yang dia peroleh adalah berdasarkan persentase. Dia mendapat bagian 10 persen dari setiap roti yang terjual. Setiap hari minimal dia bisa membawa pulang uang antara Rp 50.000 hingga Rp 70.000. Sebelum menjadi sopir roti, Yadi pernah menjadi sopir mobil pribadi di sebuah keluarga di kawasan Pamulang. Namun karena jenuh, kemudian beralih menjadi pedagang roti keliling.

Yadi mengaku, pekerjaannya lebih menantang karena harus menjual dagangan sebanyak mungkin. Apalagi sekarang ini harga roti naik karena kenaikan harga bahan baku terigu, susu, dan telur. "Ada penurunan omzet, tetapi masih wajar," katanya. Meski demikian, Yadi merasa lebih enjoy karena tidak tergantung mengerjakan satu pekerjaan saja. "Saya sopir sekaligus pedagang," katanya tanpa menjelaskan detail perihal rangkap jabatan itu. Yadi berkeliling sendiri. Jika ada yang akan membeli dia akan berpindah tempat duduk di belakang dagangannya. "Badan jadi selalu bergerak," katanya.

Yadi berkeliling jualan roti dua shift. Pagi dari jam lima sore sampai sekitar pukul 10.00 WIB. Siang dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. "Saya bisa istirahat, tetapi penghasilan masih bisa diperoleh," katanya. Tak hanya Yadi, enam rekan kerjanya juga merasa betah menjadi pedagang roti keliling bermobil. [132]


Last modified: 31/7/08