
AP/ Cris Toala Olivares
Di sinilah mantan pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic menjalani persidangan yang dimulai Kamis (31/7) ini di Pengadilan Kejahatan Perang di Bekas Yugoslavia (ICTY) di Den Haag, Belanda. Tampak depan gedung ICTY. Karadzic akan mendengarkan 11 dakwaan terkait genosida dan pembantaian.
[DEN HAAG] Para jaksa penuntut dalam sidang mantan pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic berjanji untuk menggelar pengadilan yang efisien, tidak berlarut-larut sebagaimana terjadi dalam proses persidangan mantan Presiden Serbia Slobodan Milosevic.
"Tentu saja, pengadilan ini akan memakan waktu berbulan-bulan dan pelik tetapi kami menyadari sepenuhnya dibutuhkan proses yang efisien," tegas jaksa di Pengadilan Kejahatan Perang di Bekas Yugoslavia (ICTY) Serge Brammertz, Kamis.
Penahanan Radovan Karadzic, menurut dia, memperlihatkan secara jelas bahwa tidak ada alternatif bagi para penjahat perang dan tiada surga persembunyian buat para buronan. Karadzic didakwa atas berbagai kejahatan serius terkait dengan pembantaian sekitar 8.000 warga Muslim di Srebrenica dan pengepungan Sarajevo selama 43 bulan oleh Serbia.
Persidangan Milosevic, yang juga mentor Karadzic, berjalan lambat dan berlarut-larut.
Persidangan itu tidak selesai karena Milosevic keburu meninggal dunia. Prosesnya sudah berjalan empat tahun dan berakhir beberapa bulan sebelum putusan dijatuhkan. Milosevic meninggal dunia di dalam selnya pada 2006. Kematian Milosevic merupakan pukulan telak bagi Brammertz dan timnya yang menyebutnya sebagai kekalahan telak.
Saat ini tim ICTY sedang mengkaji tuduhan-tuduhan terhadap Karadzic dan menyempurnakannya sesuai dengan fakta-fakta terkait Perang Balkan.
Karadzic yang selama berkuasa pada 1992-1995 melakukan berbagai tindakan kejahatan kemanusiaan, tiba di sel tahanannya di Den Haag, Belanda, Rabu (30/7). Ia diekstradisi dari Beograd pada Selasa tengah malam (29/7).
Belajar dari kasus Milosevic, Brammertz dan timnya berjanji untuk melakukan segala upaya agar persidangan Karadzic sukses. ICTY cukup berbesar hati karena penangkapan Karadzic yang menjadi buronan selama 13 tahun, mencerminkan kesediaan Pemerintah Serbia untuk bekerja sama. Selama ini Uni Eropa mengingatkan Serbia bahwa hubungan baik dengan Brussels hanya bisa dijalin apabila Beograd bekerja sama penuh dengan ICTY. Salah satu indikasinya mau serius mencari dan menangkap para buronan kejahatan perang seperti Karadzic. Satu lagi yang masih ditunggu adalah penangkapan mantan panglima militer Serbia Ratko Mladic. Selain itu, buronan yang masih ditunggu adalah Goran Hadzic, pejabat lokal Serbia Kroasia yang dituduh melakukan aksi-aksi pembunuhan. "Saya kira kerja sama Serbia akan mengarah lagi pada penangkapan buronan lain. Tanpa itu kami tidak bisa memenuhi mandat kami," tambah Brammertz.
Ia tidak bersedia melaporkan kemajuan-kemajuan baru yang dilakukan Serbia kepada Uni Eropa sampai Desember. Tapi, Brammertz akan berkunjung ke Beograd, September mendatang.
Namun, Karadzic juga akan memainkan kartunya di pengadilan untuk mempermalukan Barat. Menurut pakar keadilan transisional Heikelina Verrijn Stuart, Karadzic akan membeberkan kesepakatan-kesepakatan rahasia dengan sejumlah negara Barat yang memungkinkan dirinya tidak tersentuh selama 13 tahun. "Ia akan mengungkapkan peran negara-negara Barat itu," ujar Stuart. [Reuters/AFP/Y-2]