SUARA PEMBARUAN DAILY

Perumnas Kewalahan Penuhi Permintaan Rusunami

SP/Charles Ulag

Menteri Perumahan Rakyat, Yusuf Asy'ari (ketiga dari kiri), ber-sama Dirut Perumnas, Himawan Arief (kiri), Wakil Direktur Utama BTN, Evi Firmansyah (kedua dari kiri), meninjau Pameran Hunian Bersubsidi 2008 di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (29/7).

[JAKARTA] Perum Perumnas kewalahan memenuhi permintaan rumah susun sederhana milik (Rusunami), khususnya Rusunami Kemayoran, Jakarta.

"Kami terpaksa tidak memasarkan Rusunami Kemayoran pada pameran kali ini. Sebab, pada pameran sebelumnya, daftar tunggunya sudah mencapai 7.600 calon pembeli, sementara unit yang tersedia dari lima menara hanya 1.800 unit," kata Direktur Pemasaran Perum Perumnas, Teddy Robinson di Jakarta, Rabu (30/7), di sela-sela pameran Hunian Bersubsidi di Balai Kartini, Jakarta, yang akan berlangsung hingga Minggu (3/8).

Pembangunan Rusunami Kemayoran saat ini tinggal menunggu aspek legal (hukum), karena terkait dengan pelepasan aset negara di bawah penanganan Badan Pengelola Pengembangan Proyek Kemayoran (BP3K).

"Pengurusan semua izin lainnya sudah selesai, namun tetap harus menunggu proses legal selesai. Tanpa aspek legal sulit bagi Perumnas memulai pekerjaan," katanya.

Berbeda dengan Rusunami di lokasi lain, yang dikerjasamakan dengan pengembang besar, Perumnas menangani sendiri pembangunan Rusunami Kemayoran karena prospeknya sangat bagus.

Perumnas juga memiliki proyek Rusunami yang belum dapat dipasarkan saat ini, yang rencananya akan dibangun di Bekasi dekat dengan Gerbang Tol Bekasi Barat, bersebelahan dengan Rumah Sakit Mitra Bekasi.

"Lokasinya sangat strategis dan akan banyak masyarakat yang akan membeli apabila diluncurkan saat ini," ujar Teddy.

Sementara itu, Bank Tabungan Negara (BTN) menyiapkan layanan cepat pengurusan Kredit Pemilikan Rumah ataupun Apartemen (KPR/ KPA) yang dapat diproses dalam waktu lima hari saja, pada pameran Hunian Bersubsidi itu.

"BTN dapat memberi persetujuan pada saat itu juga (dalam satu hari, Red) sepanjang aplikasi dari pemohon kredit dilengkapi. Sedangkan, kredit konstruksi cukup tujuh hari kerja, setelah aplikasi kredit diterima," kata Wakil Direktur Utama BTN, Evi Firmansyah di Jakarta, Selasa (29/7). [N-6]


Last modified: 31/7/08