
[SAMARINDA] Atlet anggar Verdiana Rihandiri (24) berhasil meraih medali emas pertama bagi kontingennya, Kalimantan Barat (Kalbar) di hari ketiga, Senin (7/7), ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Kalimantan Timur, di nomor floret putri. Yang membuat Verdiana meluapkan kegembiraannya, seusai kemenanganya itu, karena di final, dia berhasil mengalahkan orang yang paling dikaguminya di anggar, yakni Paulani Ratu dari Sulawesi Utara.
"Saya senang sekali," tutur Verdiana yang baru diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil di Sempawah, ibu kota Kabupaten Pontianak ini. Dia mengatakan, pada tahun 1997, dia menyaksikan Paulani Ratu bertanding di televisi. Dia senang sekali melihat postur Paulani, dan juga gayanya bermain anggar, terlebih prestasinya yang begitu menjulang pada waktu itu. "Sekarang saya bukan saja bisa bertemu dengan dia, tetapi bisa mengalahkan dia," tuturnya.
Memang, kata Verdiana, pada waktu melihat Paulani, dia mengatakan pada ayahnya, Sunardi, yang juga pelatih anggar, "Pak aku mau bisa seperti Kak Lani."
Pernyataan itulah yang membuat ayahnya terus melatih Verdiana atau yang akrab dipanggil Dian ini. Begitu giatnya dia berlatih, pada PON XV tahun 2000 di Surabaya, dia sudah bisa mencapai babak di final. Di final dia sudah bisa bertemu dengan orang yang dikaguminya. Pada waktu itu Dian kalah. Lalu pada Kejurnas anggar tahun 2006, Dian sudah berhasil mengalahkan orang yang paling dikaguminya ini.
"Ini yang kedua saya bisa mengalahkan Kak Lani," tutur Dian.
Sementara Paulani Ratu yang ketika diwawancarai Selasa (8/7) pagi mendampingi Dian, mengatakan, "Iya, nih, anak kecil nggak sopan, ngalahkan orang tua." [W-6/080]