
[SAMARINDA] Tim sepatu roda DKI Jakarta dan Jawa Tengah (Jateng) berbagi medali emas pada nomor eliminasi 10.000 meter perorangan putra dan putri PON XVII/ 2008 setelah memenangi pertandingan final di Sirkuit Sepatu Roda Palaran Samarinda, Selasa (8/7).
Tim sepatu roda DKI Jakarta menyabet medali emas nomor eliminasi 10.000 meter putra melalui Regie Yumasuti dengan catatan waktu 18 menit 58,53 detik. Medali perak diraih atlet tuan rumah (Kaltim) Dimas Prasetya Putra dengan catatan waktu 18 menit 59,05 detik. Perunggu diraih atlet Rodra Ciptaning (Jateng) yang mencatat waktu 18 menit 59,35 detik.
Sementara itu, nomor Eliminasi 10.000 meter putri yang diikuti tujuh atlet medali emas diraih oleh Ajeng Anindya (Jateng) dengan catatan waktu 26 menit 3,42 detik. Medali perak diraih Anggi Rahmadini (DKI Jakarta) 26 menit 3,79 detik, sedangkan perunggu diraih Wilhelmina Freska (Sulut) dengan catatan waktu 26 menit 04,24 detik.
Ajeng mengakui, persaingan terutama pada dua putaran menjelang finis begitu ketat. Namun, ia mencoba tetap menjaga posisi terdepat dengan mengambil inisiatif sprint lebih dulu.
"Senang bisa meraih emas di nomor ini. Ini emas pertama saya bagi Jateng di PON XVII ini," kata Ajeng yang pada hari pertama meraih perunggu di beregu relay 10.000 meter putri.
Sementara Wilhelmina yang menembus final ketiga pada nomor eliminasi 10.000 meter putri itu sekaligus memastikan medali pertama bagi kontingennya dari cabang sepatu roda. Seusai menerima medali, Wilhelmina langsung disambut suka cita oleh ofisial dan rekan-rekannya di luar sirkuit.
Wilhelmina tampil konsisten dan lepas dari eliminasi, namun kematangan Ajeng Nindya dari Jateng dalam menerapkan stategi menjelang finish membuat medali emas menjadi milik gadis berparas ayu itu.
Sementara itu, pada bagian putra, emas Regie Yumasuti pada nomor eliminasi 10.000 meter putra perorangan itu merupakan emas kedua yang dipersembahkannya untuk DKI Jakarta. Sehari sebelumnya Regie juga berjaya mendulang emas pada nomor eliminasi 5.000 meter putra.
Jambi Berpeluang
Hingga hari keempat pelaksanaan PON XVII di Kalimantan Timur, Selasa (8/7), Jambi masih berpeluang untuk menambah tiga medali emas dari cabang renang di kolam renang Putri Junjung Buyah, Tenggarong, Kutai Kertanegara.
"Ketiga peluang emas itu diharapkan dari perenang nasional M Akbar Nasution yang kemarin berhasil menyumbang satu emas untuk kontingen Jambi," kata Ketua Kontingen Jambi Nasrun Arbain.
Perkiraan medali emas Akbar tersebut ada pada nomor 400 meter gaya ganti dan 200 meter gaya dada yang merupakan spesialisasi Akbar, serta 100 meter gaya bebas. "Kita berharap dari tiga nomor tersebut kepingan emas akan terus mengalir dari renang karena masih ada tujuh nomor lainnya dari Akbar," kata Nasrun.
Untuk memotivasi atlet di arena PON 2008 kali ini, KONI Jambi menyiapkan dana untuk memberikan bonus spontan kepada atlet peraih medali emas dan pemecah rekor nasional. M Akbar Nasution adalah atlet yang telah merasakan mendapatkan bonus spontan senilai Rp20 juta dari KONI Jambi. Akbar (25), menjadi atlet pertama yang berhasil memecahkan rekor nasional (rekornas) pada ajang PON XVII di Kalimantan Timur. [Ant/W-11/A-11]