[SEMARANG] Gubernur Jawa Tengah, Ali Mufiz meminta PT PLN untuk menjamin kepastian pasokan listrik ke industri. Bila pemadaman terus berlanjut, pihak industri akan menanggung kerugian besar dan secara umum akan mengganggu perekonomian Jateng.
Kepada pers seusai mengikuti rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng tentang Nota Perubahan APBD Jateng 2008 di Semarang, Senin (7/7), gubernur mengatakan, pemadaman listrik dua jam sehari saja bagi dunia industri bisa menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.
''Akibat pemadaman, industri tidak bisa berproduksi tepat waktu dan bila mereka tetap memaksakannya, manajemen harus membayar overtime atau memberi uang lembur karyawan, dan itu berarti penambahan biaya produksi sehingga mengurangi daya saing," ujar gubernur.
Bila pemadaman terus berlangsung, dikhawatirkan, dampaknya sampai penghentian kontrak kerja yang sudah disepakati dengan pihak lain.
Gubernur juga mengkhawatirkan pemadaman listrik akan memukul industri padat karya, seperti industri tekstil yang menjadi salah satu unggulan di Jateng.
Untuk mengantisipasi masalah itu, Pemprov Jateng bersama Kadin Jateng dan PT PLN dalam pekan ini menggelar pertemuan, untuk mencari solusi atas krisis pasokan listrik yang dialami PLN.
Di Kota Padang
Sementara itu, tingginya intensitas pemadaman listrik di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sejak sepekan terakhir, menimbulkan gangguan pada pelayanan publik. Mulai dari pengurusan surat menyurat di markas Poltabes Padang, sertifikat tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga pelayanan di tingkat kelurahan. Kondisi ini membuat warga jengkel. Sebab, urusan yang biasanya tuntas dalam hitungan menit, kini terpaksa tertunda hingga berjam-jam, bahkan berhari-hari.
Di Markas Poltabes Padang sejak pukul 11.00 WIB hingga 16.00 WIB Senin (7/7), listrik mati total. Akibatnya, proses pembuatan penerbitian surat izin mengemudi (SIM), Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), izin keramaian, pengurusan tilang, dan beberapa pemeriksaan tahanan yang terkait dalam kasus serta pelayanan lainnya, terganggu. "Pelayanan SIM dan pengurusan tilang terpaksa terganggu. Harus bagaimana lagi, semuanya menggunakan komputer. Hampir 80 persen dalam proses pelayanan di tempat ini memanfaatkan jasa komputer, yang sumber dayanya berasal dari listrik, otomatis bila lampu mati, komputer tidak bisa digunakan," kata Kepala Satuan Lantas Poltabes Padang, AKP Arief Budiman kepada SP, Senin (7/7), di Padang.
Sementara itu, aktivitas BPN Kota Padang ang seluruh kegiatannya berhubungan dengan computer, juga mengalami gangguan. Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPN Kota Padang, Herman Lubis menyebutkan, persoalan listrik mati bergilir ini sebenarnya telah diantisipasi dengan menggunakan genset.
Namun, karena genset yang tersedia sudah uzur, kadang-kadang sering ngadat juga. "Genset yang kita punyai sebenarnya bukan dipersiapkan untuk pemakaian setiap hari, tapi hanya satu atau dua kali sebulan, sehingga bila digunakan setiap hari, jadi tidak optimal," kata Herman, Senin (7/7). [BO/142]