SUARA PEMBARUAN DAILY

Dephut Optimistis Tekan Pembalakan

Aksi pembalakan liar dan perdagangan kayu ilegal serta perambahan hutan yang kian marak mengancam 120,35 juta hektare hutan di Indonesia. Namun, Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban optimistis bisa menekan aksi pembalakan liar itu. Keyakinan itu disampaikan Menhut saat meresmikan pos pengamanan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman di Bandar Lampung, Senin (7/7). Ya, saya optimistis. Selain itu, upaya menguatkan peran masyarakat peduli api akan digalakkan. Tahun ini kami akan menekan 70 persen kebakaran hutan dari tahun 2007," katanya.

Dia menyebut, pada 2006 ada 35.000 titik api di Indonesia. Metode masyarakat peduli api ini diupayakan lewat sosialisasi guna mengendalikan bencana yang mengancam hutan Indonesia. Mengenai pos pengaman hutan, Dephut akan menetapkan dan mempercepat pencapaian lima kebijakan prioritas, yaitu pemberantasan kayu ilegal, revitalisasi sektor kehutanan (rehabilitasi dan konversi sumber daya hutan), pemberdayaan ekonomi masyarakat di dalam dan sekitar hutan, serta pemantapan kawasan hutan. [ASR/O-1]

PDS Dongkrak Perolehan Suara

Partai Damai Sejahtera (PDS) terus berupaya mendongkrak perolehan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Cara yang dilakukan, selain mempersiapkan calon anggota legislatif yang bersih dari kasus hukum dan antinarkoba, PDS juga sudah mengantongi beberapa nama untuk diusung menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pada Pemilu 2009, kami tidak hanya menggemukkan legislatif lewat beberapa kader partai, tetapi juga berupaya untuk menguasai DPD. Kini, nama-nama calon senator itu sedang digodok untuk diusung," kata Wakil Ketua Umum PDS, Denny Tewu kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/7).

Beberapa nama yang sudah masuk dan disetujui oleh kader PDS, antara lain Saut Sirait untuk daerah DKI Jakarta dan Marhany Pua untuk daerah Sulawesi Utara. Marhany Pua mengaku siap untuk mencalonkan diri menjadi anggota DPD dari Sulawesi Utara. [O-1]

SP/YC Kurniantoro

ARI LUKMAN DIPERIKSA KPK - Rekanan Departemen Perhubungan dari PT Febriate Fiberglass, Ari Lukman, dikerumuni wartawan saat tiba di Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Senin (7/7). Ari diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan suap pengadaan kapal patroli Dinas Perhubungan Laut, Departemen Perhubungan.


Last modified: 8/7/08