SUARA PEMBARUAN DAILY

Kelompok Penipu Kena Tipu

Jual Nama SBY dan Titiek Puspa

Sri Utami (30) memang cukup lihai. Pasalnya, perempuan yang baru pulang dari kantornya di Jl Iskandarsyah, Jakarta Selatan ini berhasil menipu balik dua orang kelompok penipu yang cukup ulung. Syaiful (50) dan Anton (25), Senin (7/7) tertangkap setelah ditipu balik oleh Sri yang sebelumnya menjadi korban penipuan.

Awal peristiwa penipuan dengan modus hipnotis terjadi ketika Sri ingin pulang ke rumahnya di Perum Trias Estate Blok A13 RT 1 RW 8, Kelurahan Wanasari, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (5/7). Sri saat itu sedang menunggu bus di jalur lima terminal Blok M. Dia didekati Anton. Ketika itu Anton yang mengaku bernama Yulio itu mengaku memiliki Kitab Stambul dan ingin diserahkannya ke museum Geologi.

Anton alias Yulio yang berpura-pura bertanya keberadaan museum itu pun kemudian didekati tersangka lainnya yang mengaku bernama Yanto alias Syaeful. Syaeful berpura-pura menunjukkan daerah tempat keberadaan museum itu pun menjelaskan ada cabang museum itu di wilayah Senayan. "Saya mengarahkan korban dan Yulio ke Senayan," tandas Syaeful yang sudah menginjak paruh baya itu.

Ketiganya pun menumpang pada sebuah taksi dan meluncur ke arah Senayan. Dalam perjalanan, Syaeful yang menanyakan perihal tujuan Yulio ke Senayan pun ditawari kitab tersebut seharga Rp 300 juta. Sri pun kemudian tertarik melihat buku itu karena Yulio mengaku buku itu sebelumnya juga sudah pernah ditawar oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Dia mengaku buku itu ditaksir SBY masing-masing seharga Rp 300 juta," papar Sri.

Yanto yang juga menceritakan mengenai khasiat buku tersebut membuat Sri cukup tertarik. Menurut cerita Yanto, jika buku itu direndam di air dan air rendamannya diminum maka bisa menjadikan orang yang meminumnya awet muda. "Artis Titiek Puspa contohnya," kata Sri mengulangi kata-kata Yanto. Sri pun tertarik. Karena Sri tidak membawa uang, dia menjanjikan membawa Rp 50 juta, Senin (7/7).

Syaeful yang dikatakan mengerti mengenai buku-buku kuno dan juga seorang paranormal pun melihat keadaan Sri. "Dia bilang saya diguna-guna. Dalam tubuh saya ada sejumlah jarum. Dia pun mengeluarkan jarum-jarum itu menggunakan media telur," imbuh Sri.

Sri yang telah terperdaya pun dimintai imbalan karena telah dibantu. Perempuan itu pun kemudian membayar Syaeful dengan cincin kawin seberat empat gram. Sri kemudian diantar lagi ke Blok M. Mereka pun melakukan perjanjian untuk bertemu kembali, Senin (7/7) pagi di terminal Blok M.

Sesudah pelaku pergi, Sri baru sadar kalau dia dihipnotis. Senin (7/7) pagi, Sri melaporkan hal ini ke pos polisi di depan Terminal Blok M. Oleh petugas polisi, Aiptu Safari, Sri disarankan menepati janjinya. Polisi pun mengintai Sri. Dua pelaku yang datang kembali ke terminal langsung dibekuk. Mereka mengaku cincin korban dijual seharga Rp 300.000.

Yanto mengaku dia sudah seringkali melakukan penipuan selama lima tahun terakhir di Jakarta maupun di daerah asalnya, Lampung. Sedangkan, Anton mengaku baru enam kali melakukan penipuan ini. Dua orang yang berasal dari Sumatera itu mengaku memang beroperasi di Terminal Blok M. Mereka lalu digelandang ke Polsek Kebayoran Baru. [MAR/Y-4]


Last modified: 8/7/08