SUARA PEMBARUAN DAILY

Polisi Tembak Mati Anak 3 Tahun

Sedikitnya 15 butir peluru ditembakkan dua polisi Brasil ke sebuah mobil yang ditumpangi seorang ibu dan dua putranya, di Rio De Janeiro, Senin (7/7). Joao Roberto Amaral, yang berusia 3 tahun, tewas akibat tertembak di bagian belakang kepala, telinga, dan bokongnya.

Sebelum tewas, Joao sempat dibawa ke rumah sakit. Petugas medis mengatakan, bocah tiga tahun itu menderita kerusakan otak. Ibunya, Alessandra Amaral, yang mengemudikan kendaraan, terluka terkena pecahan peluru. Sementara adik Joao, yang baru berusia 9 bulan, selamat tanpa terluka.

"Mereka menembaki mobil istri saya tanpa ada kesempatan untuk melindungi diri, padahal ada anak-anak di mobil itu. Mereka hampir membunuh seluruh keluarga saya," kata ayah Joao, Paulo Roberto Amaral, yang bekerja sebagai sopir taksi. Otoritas menyatakan sudah menahan dua polisi Brasil yang mengeluarkan tembakan.

Petinggi kepolisian Rio, Jose Mariano Beltrame mengatakan, dua polisi itu melakukan kesalahan dalam pengejaran, mengira mobil yang dikendarai Alessandra sebagai mobil tersangka yang sedang mereka cari. Dua polisi itu berdalih, terlibat tembak-menembak dengan tersangka, dan mengaku hanya menembak ke mobil tersangka. [AFP/B-14]

Boeing 747 Jatuh, 2 Tewas

Sebuah pesawat barang berjenis Boeing 747 jatuh dalam perjalanan menuju Miami pada Senin (7/7) di dekat ibu kota Kolumbia, Bogota. Kejadian ini menewaskan seorang laki-laki dan anaknya, yang tertimpa reruntuhan pesawat di rumah mereka.

Menurut Deputi Direktur Agensi Penerbangan Sipil Kolumbia, Donald Tascon, pesawat naas itu berhenti di Bogota untuk mengambil kargo tambahan dan selanjutnya dijadwalkan mendarat di Miami. Namun, sekitar pukul 03.50 waktu setempat, pesawat tersebut berusaha melakukan pendaratan darurat dan jatuh menimpa sebuah ranch yang terletak sekitar 25 kilometer barat laut Bogota. Pesawat itu kemudian terbelah dan bagian ekornya menghantam ranch tersebut, sehingga menyebabkan kematian Pedro Suarez (50), serta putranya Edwin (13).

Seluruh awak pesawat yang berjumlah delapan orang selamat, namun seorang berada dalam kondisi serius. "Seluruh awak pesawat mengalami mengalami luka-luka, dari luka ringan hingga luka berat," ungkap Wakil Presiden Kalitta Air, Pete Sanderlin. [AP/SRA/M-12]


Last modified: 8/7/08