SUARA PEMBARUAN DAILY

Berlomba Jadi Saluran Pemilu

[JAKARTA] Ajang Pemilihan Umum memang masih tahun depan, tetapi ancang-ancang untuk menyambut even politik lima tahunan itu sudah dilakukan sejak awal. Tidak hanya politisi, stasiun televisi pun mulai coba merebut pasar lewat ajang pemilu seperti yang dilakukan oleh TV One dan Metro TV.

"Kami ingin berperan serta dalam ajang lima tahunan itu, dan media televisi memiliki peran yang besar. Tidak hanya itu, kami ingin turut serta dalam mencerdaskan masyarakat. Ini adalah kesempatan yang hanya terjadi lima tahun sekali," ujar pimpinan Media Group, Surya Paloh, di sela-sela pencanangan stasiun televisi Metro TV sebagai saluran pemilu, di Jakarta, Sabtu (5/7).

Surya menyebutkan stasiun televisi sebagaimana media massa lainnya memiliki tanggung jawab kepada masyarakat. Ia menegaskan keberpihakan media yang terpaut dengan fakta dan kenyataan menjadi landasan utama saat menggelar program ini.

"Saya kira selama kita bisa menjaga netralitas kita, tidak akan ada masalah. Tidak akan ada yang menganggap kita berpihak pada siapa," sebut Paloh ketika disinggung aktivitasnya di salah satu partai yang jadi perserta pemilu.

Disebutkan Surya, munculnya saluran pemilihan umum adalah sebuah pendidikan politik untuk masyarakat. Dalam program itu, pemirsa televisi akan dikenalkan kepada partai peserta pemilu serta calon presiden dan wakilnya. Tidak hanya itu, program ini juga mengulas seputar pemilihan kepala daerah di setiap provinsi di Indonesia. Andalan utama program ini adalah diskusi antarcalon pemimpin serta penghitungan cepat saat pemungutan suara.

"Sejak awal kita sudah pakai quick count. Dalam beberapa pilkada kami juga pakai itu untuk memprediksi pemenangnya. Ini sangat berguna untuk memberikan informasi yang cepat kepada masyarakat. Kalau ada perbedaan antara hasil quick count dan hasil sebenarnya itu wajar saja. Selama perbedaannya sedikit, kalau besar yang perlu dipertanyakan quick count itu," sebutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Matahari Bangsa, Imam Addaruqutni, menyebutkan saluran pemilihan umum seperti yang diluncurkan oleh MetroTV adalah sebuah terobosan baru dalam pendidikan politik dan industri media massa di Indonesia. "Sudah saatnya kita memiliki saluran seperti ini. Bagi masyarakat, ini adalah media pendidikan politik. Sementara bagi partai politik peserta pemilu atau calon presiden, saluran ini bisa menjadi alat kampanye untuk meraih perolehan suara terbanyak," ujar Imam.

Ditambahkan Imam, televisi jadi sebuah media yang tidak bisa dilepaskan dalam proses sosial masyarakat. Televisi memiliki peranan penting, hal inilah yang menurut Imam harus bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya. "Saluran ini bisa jadi referensi bagi setiap politisi dan masyarakat. Selain itu saluran ini pun bisa jadi sebuah media untuk proses memunculkan tokoh-tokoh baru yang belum kita kenal sekarang ini," sebutnya.

Mengenai quick count yang jadi andalan utama saluran pemilu, Imam menyebutkan sebagai hal yang wajar. "Kalau ada perbedaan hasilnya dengan kenyataan itu wajar, selama perbedaan itu di bawah lima persen," sebutnya.

Hingga saat ini sudah ada dua stasiun televisi berlomba sebagai televisi yang mengunggulkan tayangan seputar pemilu, TV One dan MetroTV. Keduanya memiliki program yang tidak jauh berbeda untuk merebut penonton.

"Kami tidak ada yang meniru. Tentunya kami tidak mau disebut meniru orang lain dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat, itu saja tujuannya," ujar Surya Paloh. [K-11]


Last modified: 8/7/08