[KUALA LUMPUR] Dalam penyelesaian pembangunan tiga ruas tol, yaitu Cibitung- Cilincing, Cikampek-Palimanan, dan Cimanggis-Cibitung, para investor mengalami hambatan. Untuk itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan agar ada koordinasi yang baik.
Dua investor asal Malaysia, yaitu Plus Expressways dan MTD Capital Berhad menyatakan, pihaknya mengalami beberapa kendala dalam tahap penyelesaian jalan tol di tiga ruas tersebut.
Dari rilis yang diterima SP pada Selasa (8/7) dijabarkan, kendala pertama adalah adanya kenaikan harga pada proses pembebasan lahan. Hal itu mengakibatkan perlunya penyesuaian harga (price adjusment). Kenaikan tersebut telah menyebabkan harga yang telah disepakati dalam kontrak meningkat tajam.
Kendala kedua, yaitu ditemukan masalah dalam hal pembebasan lahan di paket enam ruas tol Cikampek-Palimanan, yaitu Sumber Jaya-Palimanan.
Menyikapi masalah tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menginstruksikan instansi pemerintah terkait, terutama di wilayah pusat dan daerah untuk melakukan koordinasi dengan baik. "Ketiga ruas tol tersebut memiliki peran sangat penting dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah Jawa. Selain itu, ruas tol tersebut juga berperan untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas ke Pelabuhan Tanjung Priok," ujar Presiden.
"Jalan tol Cikampek-Palimanan akan mampu menghubungkan dua ruas tol yang saat ini telah beroperasi, yaitu Jakarta-Cikampek dan Palimanan-Kanci. Kelancaran arus moda transportasi dari Jawa Barat ke Jawa Tengah akan semakin lancar," urai Presiden.
Atas pernyataan yang dikemukakan oleh pemerintah Indonesia, kedua investor berkomitmen untuk segera menyelesaikan pengerjaan proyek tol tersebut.
Dalam hal itu, investor diwakili oleh Dato' Ahmad Pardas Senin, yaitu Non-Independen Non-Executive Deputy Chairman Plus Expressways, dan Dato' Azmil Khalid bin Dato' Khalid, yaitu Group Managing Director MTD Capital Berhad. [DMP/N-6]