SUARA PEMBARUAN DAILY

Semester I 2008

Harga Saham-saham BUMN Turun 24,77 Persen

[JAKARTA] Lonjakan harga minyak dan komoditas dunia serta gejolak pasar keuangan global, tak hanya menekan indeks harga saham gabungan (IHSG), tetapi juga harga saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan catatan SP, harga saham 14 BUMN yang tercatat di BEI, rata-rata terkoreksi hingga 24,77 persen sejak pembukaan perdagang- an saham awal tahun pada 2 Januari lalu, hingga penutupan perdagangan 7 Juli 2008.

Angka tersebut, meningkat dari rata-rata harga saham- saham BUMN yang tergerus sekitar 23 persen pada April 2008, ketika IHSG terkoreksi cukup dalam akibat lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya inflasi dalam negeri. Bahkan penurunan tersebut, melampaui koreksi IHSG yang hanya turun 15,65 persen sejak 2 Januari 2008 hingga 7 Juli 2008.

Koreksi harga cukup tajam dialami saham-saham BUMN dari sektor konstruksi dan penunjang konstruksi, diikuti sektor perbankan, farmasi, semen, dan telekomunikasi. Sedangkan saham-saham BUMN di sektor pertambangan dan energi, pergerakan harganya bervariasi sesuai dengan jenis hasil tambang dan energi, tetapi lebih banyak memberi kontribusi positif.

Dari 14 emiten (perusahaan tercatat) BUMN, hanya dua emiten yang harga sahamnya meningkat cukup signifikan selama enam bulan terakhir, yakni PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (Kode saham:PTBA) dan PT Timah Tbk (TINS).

Harga PTBA naik 33,75 persen dari Rp 12.000 per lembar pada 2 Januari 2008 menjadi Rp 16.050 pada 7 Juli 2008. Sementara itu, TINS naik 32,16 persen dari Rp 28.450 menjadi Rp 37.600. Peningkatan harga minyak dunia yang sempat melampaui US$ 145 per barel diikuti dengan kenaikan harga batu bara dan timah, membuat kinerja saham dua emiten tersebut ikut meningkat.

Sementara itu, BUMN yang mengalami koreksi harga tertinggi adalah PT Adhi Karya Tbk (Kode saham: ADHI), yakni turun 57,35 persen dari Rp 1.360 pada 2 Januari 2008 menjadi Rp 580 pada penutupan perdagangan 7 Juli 2008.

Turunnya harga saham ADHI antara lain dipengaruhi kinerja perseroan yang selalu merugi akibat kurangnya kemampuan berkompetisi dan adanya rencana pemerintah melakukan penggabungan (merger) ADHI dengan PT Bina Karya (Persero).

Hal yang sama juga dialami PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang bergerak di sektor penunjang konstruksi. Selama enam bulan terakhir, harga JSMR terkoreksi sebesar 40,41 persen dari Rp 1.930 menjadi Rp 1.150. Padahal, JSMR merupakan salah satu emiten BUMN favorit ketika mencatatkan sahamnya di BEI pada 12 November 2007.

IPO

Meski mengalami koreksi, tetapi jika dibandingkan dengan harga saat penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), saham-saham BUMN masih membukukan kinerja positif.

Jika ditotal, rata-rata harga saham 14 BUMN yang tercatat di BEI meningkat sekitar 420,03 persen. Dengan demikian, masih ada surplus kenaikan harga rata-rata sekitar 395,26 persen. Sekitar 9 emiten membukukan peningkatan harga dan lima lainnya mengalami koreksi. Saham BUMN yang harganya mengalami koreksi tertinggi dibandingkan harga IPO adalah PT Semen Gresik Tbk (SMGR).

Saat listing (mencatatkan saham) di bursa pada 8 Juli 1991, harga perdana SMGR RP 7.000 per lembar.

Namun, pada penutupan perdagangan Senin (7/7), SMGR berada di level Rp 3.900 per saham. Sedangkan, emiten yang mengalami kenaikan harga signifikan dibandingkan harga saat IPO adalah PTBA, yakni dari Rp 575 menjadi Rp 16.050.

Akibat turunnya harga saham-saham BUMN di bursa, Sekretaris Menneg BUMN, Said Didu sebelumnya mengatakan, hal itu akan mempengaruhi pencapaian keuntungan yang ditargetkan pemerintah. Namun diharapkan, pencapaian laba bersih BUMN tahun ini akan naik sekitar Rp 10 triliun. Sedangkan, kerugian BUMN ditargetkan turun drastis hingga 92 persen.

Selain itu, gejolak pasar keuangan yang berimbas pada terkoreksinya IHSG juga membuat sejumlah BUMN memilih menunda rencana IPO dan listing di bursa pada semester I 2008. Tetapi memasuki semester II 2008, sejumlah BUMN dipastikan akan merealisasikan rencana listing, di antaranya PT Krakatau Steel. [J-9]


Last modified: 8/7/08