SUARA PEMBARUAN DAILY

Sajak Timur Sinar Suprabana

rindu Hamidah

rindu

dan Rinduku kepadamu

selalu

pengin bertemu,

tiap rindu dan Rinduku kepadamu

sesekali bertemu

mengapa tapi selalu lantas membirubisu?

kudekap rindu

dan Rinduku kepadamu

kuperkenalkan mereka pada Kalbu

jalan Sunyi dengan marka warna ungu

yang melurus jauh dalam jiwaku

:terang tapi Bukan kerna lampu

remang tapi Bukan kerna kabut itu

terangremang, remangterang selalu

kerna rindu dan Rinduku kepadamu

tak juga mau henti memerahdadu

jelita dan Ayu!

*

merindumu, Rindu

benar

selalu aku

merindumu, Rindu

menggeletar

melayang sendu

merindumu, Rindu

kerna engkau kirana

bahkan Mata

bagi jiwa

kerna engkau jelita

bahkan Cinta

bagi sukma

Matacinta

dan mataCinta

menjembaku dari segala Fana

memukimkanku di nan Tak terkata

itulah sebab mengapa aku

selalu merindumu, Rindu!

*

rindu tak selalu Rindu

kepada kalbuku

cinta berkata

:rindu tak selalu Rindu

ada kalanya ia hampa

dan meski mendayu

ia percuma

seperti pernyataan cintamu

yang tertunda saat mesti terutara

kerna rindu tak selalu Rindu

maka kubiar diri hilang ingat

tidak saja padamu

tapi juga terhadap banyak riwayat

yang dulu

pernah sempat kaucatat

:di kalbuku

kini terkerat

banyak rindu

yang tapi bukan Rindu

menyembilu!

*

semata Kerna rindu

benar memang

semata Kerna rindu

aku gamang

tiap pengin menyatakan cinta padamu

kubiar rindu makin Ayu

kian Dalu

menghijaubiru semu kelabu

di kalbu

sebab benar memang semata Kerna rindu

tiap detik kautunggu Pulangku o, gustiku

sembari kauhapus neraka dan sorgaku

sebab telah kausiapkan kursi Itu

di sampingmu.

*

berpeluk kini Seluruh Rindu

baring

pejam

hening

dalam

bening

menemaram

denting

:Diam

berpeluk kini Seluruh rindu

berkafan menujuMu


Last modified: 20/6/08