SUARA PEMBARUAN DAILY

Beijing Tolak Bebaskan Aktivis Tiananmen

AFP/Leon Neal

Dalam Peringatan 19 Tahun Tragedi Tiananmen, seorang pria berdiri di depan tank di luar kantor Amnesti Internasional, London, Inggris, Selasa (3/6), untuk mewujudkan kembali sosok seorang demonstran yang menyongsong tank Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dengan gagah berani dan keteguhan hati di Beijing pada 4 Juni 1989. Pada saat itu, militer Tiongkok membasmi gerakan yang menuntut demokrasi dan menahan para aktivisnya hingga saat ini.

[BEIJING] Pemerintah Tiongkok telah menegaskan, tidak bakal merevisi vonis terhadap para peserta unjuk rasa Tiananmen pada 1989. Meskipun pengamat hak asasi manusia (HRW) mengatakan pembebasan puluhan tahanan Tiananmen akan meningkatkan citra Tiongkok menjelang penyelenggaraan Olimpiade Beijing, Agustus.

Kelompok HAM yang berbasis di New York itu menyebutkan, setidaknya 130 orang masih ditahan karena berpartisipasi dalam demonstrasi di lapangan Tiananmen, pada 3-4 Juni 1989, yang berubah menjadi tragedi kemanusiaan setelah militer Tiongkok menembaki para pengunjuk rasa secara brutal.

"Pemerintah Tiongkok semestinya menunjukkan pada semua penonton Olimpiade dari seluruh dunia, keseriusan menegakkan HAM dengan melepaskan semua tahanan Tiananmen," kata Direktur HRW untuk Asia, Sophie Richardson, pada pernyataan resmi yang dirilis, Senin (2/6), di New York.

Dia mengingatkan, Tiongkok telah berjanji memperbaiki persoalan HAM jika bisa menjadi tuan rumah Olimpiade 2008. Tapi seorang aktivis Tiananmen, yang anaknya dibunuh tentara, mengaku pesimistis pelaksanaan Olimpiade akan mengubah sikap para pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT).

"Saya tidak mempercayai ilusi itu," kata Ding Zilin, pendiri Ibu-ibu Tiananmen, kelompok yang mewakili keluarga-keluarga mahasiswa yang tewas dalam tragedi kemanusiaan Tiananmen. Kelompok itu terus berkampanye untuk membuat pemerintah mengakui mereka yang dibunuh dan memberikan kompensasi pada keluarga korban.

"Apakah Anda telah melihat tanda bahwa Tiongkok, karena Olimpiade, telah lebih terbuka atau membaik? Mungkinkah itu?" ucapnya, merujuk pada kasus penahanan sejumlah rekannya sesama aktivis pada 2008 ini. Tidak ada jumlah resmi, mengenai berapa banyak sebenarnya orang-orang yang masih ditahan terkait dengan unjuk rasa Tiananmen.

Liu Xiaobo, seorang penulis internet, yang pernah dipenjara selama lima tahun sejak peristiwa Tiananmen, mengatakan hanya mengetahui ada sekitar delapan orang dihukum seumur hidup di Penjara nomor dua Beijing, karena tuduhan memimpin aksi unjuk rasa. Pembela HAM Tiongkok, jaringan aktivis, dan pengamat HAM, Selasa, mengumumkan nama delapan orang yang masih ditahan itu.

Sejumlah aktivis juga ditahan dan sebagian diawasi polisi beberapa hari sebelum peringatan tragedi kemanusiaan Tiananmen. Pemerintah Tiongkok, Selasa (3/6), menegaskan tidak akan merevisi vonis ataupun mencabut tuduhan pemberontak kepada para pelajar yang terlibat dalam unjuk rasa Tiananmen.

PKT menganggap aksi protes Tiananmen sebagai kerusuhan antipemerintah dan tidak pernah memberi peluang adanya transparansi soal pembunuhan massal mahasiswa oleh militer Tiongkok di Tiananmen.

"Untuk insiden politik yang terjadi pada akhir 1980-an, sudah ada penyelesaian yang tegas," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Qin Gang, Rabu (4/6). Tapi dia tidak mau berbicara lebih jauh mengenai masalah Tiananmen, yang disebutnya sebagai masalah dalam negeri Tiongkok. [AP/AFP/B-14]


Last modified: 4/6/08