
SP/Alex Suban
Almarhum Sophan Sophiaan bersama koleganya Didi Supriyanto (baju putih) mengamati sepeda motor Harley-Davidson yang dipamerkan di Jakarta, 2 Mei 2005. Sophan Sophiaan meninggal saat mengendarai motor besar kegemarannya.
[JAKARTA] Bintang film dan politisi Sophan Sophiaan meninggal dunia akibat terjatuh dari motor gede (moge) di Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (17/5) pukul 10.00 WIB. Kecelakaan itu terjadi saat Sophan sedang memimpin rombongan sekitar 300 orang penggemar moge dari Indonesia dan beberapa negara ASEAN, mengikuti kegiatan menyambut Hari Kebangkitan nasional yang bertajuk, Jalur Merah Putih 2008. Jenazah suami aktris senior Widyawati ini akan diterbangkan dari Bandara Adi Soemarmo, Solo ke Jakarta pada pukul 14.00 WIB.
Kegiatan Jalur Merah Putih 2008 ini bertujuan menggugah nilai-nilai kebangkitan nasional menuju sebuah Indonesia baru. Dalam rombongan ini terdapat beberapa mantan pejabat, seperti mantan Kapolri Roesmanhadi, mantan Danjen Kopassus Muchdi PR, dan mantan Pangarmabar Mualimin Santoso.
Direktur Lalu Lintas Mabes Polri Brigjen Pol Yudi Sushariyanto kepada SP di Jakarta, Sabtu siang mengatakan, Sophan Sophiaan mengalami kecelakaan saat sedang mengikuti konvoi moge dalam rangka sosialisasi kepedulian sosial sekaligus peringatan Hari Kebangkitan Nasional dengan rute perjalanan kembali dari Jawa Timur menuju Jakarta.
Menurut Yudi, korban diperkirakan kelelahan saat tiba di daerah Sragen arah Mantingan Jawa Timur. Di jalanan itu terdapat sebuah lubang yang membuat aktor senior tersebut terjerambab.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol, FX Sunarno yang dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya musibah kecelakaan yang merenggut nyawa Sophan Sophiaan. "Lokasi kecelakaan di Desa Mantingan, perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur dan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB," kata Kapolda.
Terjatuh
Sementara itu, Tri Erikam yang menjadi teman seperjalanan Sophan, mengatakan, kecelakaan itu terjadi karena motor yang dikendarai Sophan melewati lubang besar dan menyebabkan Sophan terjatuh dari motor. Sophan kemudian dibawa oleh ambulans anggota konvoi ke Rumah Sakit Umum Sragen dan tiba di sana sekitar 20 menit kemudian. Kendati telah diberi perawatan, nyawa Sophan tidak tertolong.
Bermula dari seorang aktor dan sutradara film yang andal, Sophan kemudian terjun dalam dunia politik praktis, dan sempat menjadi Ketua Fraksi PDI-P MPR. Dalam peran yang dipercayakan kepadanya di PDI-P itu, namanya makin melambung dan sempat mewarnai kancah politik nasional.
Namun sandiwara politik yang kerap mewarnai dunia politik, membuatnya jenuh dan akhirnya memilih mengundurkan diri lembaga legislatif. Banyak orang yang terkesima dengan pilihannya ini, tapi Sophan kukuh dengan pilihannya.
"Saya tidak pernah memiliki pretensi apapun terhadap pengunduran diri saya. Saya mengundurkan diri karena saya sudah merasa tidak mampu lagi beradaptasi dengan konstalasi sosial, ekonomi dan politik yang sedang berlangsung saat ini," katanya ketika itu.
Selama di parlemen, ia dikenal sebagai politikus yang relatif bersih dan mempunyai integritas. Ketika itu, banyak orang merasa yakin bahwa 'darah politik' ayahandanya, Manai Sophiaan, yang mantan Sekjen Partai Nasional Indonesia, mengalir dalam dirinya. Konon, ayahandanya itu pulalah yang mendorongnya untuk terjun dalam dunia politik. [G-5/RSA/H-12]