
SP/Luther Ulag
Pemain ganda Tim Uber Indonesia Greysia Polii menyapa suporter setelah mengalahkan ganda Jerman dalam pertandingan semifinal turnamen Bank BRI Piala Thomas-Uber 2008 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/5).
[JAKARTA] Luar biasa pencapaian tim Uber Indonesia pada Bank BRI Piala Thomas-Uber 2008 yang berlangsung di Istora, Jakarta. Dari tidak diperhitungkan karena prestasi para pemainnya jeblok, mereka menjadi tim yang patut ditakuti. Indonesia melampaui target masuk semifinal.
"Ini prestasi yang luar biasa dari adik-adik setelah sebelumnya lolos kualifikasi pun sulit," ujar Manajer Uber Indonesia, Susy Susanti. Dua tahun lalu, Indonesia gagal melewati kualifikasi.
Srikandi "Merah Putih" naik tangga terhormat setelah mengandaskan tim Jerman 3-1. Di babak final, Indonesia akan disambut Tiongkok. Kedua tim terakhir kali bertemu pada partai final di Hong Kong, 10 tahun lalu. Saat itu, Susy dan kawan-kawan kalah. Pada dua final sebelumnya, 1994 dan 1996, Indonesia menjadi yang terbaik dengan mengalahkan Tiongkok.
Saat ditanya bagaimana peluang Indonesia di final, Susy mengatakan gelar juara sudah di depan mata, karena itu jangan disia-siakan. "Tim Indonesia siap, ini tinggal selangkah lagi," kata Susy.
Tiongkok saat ini, bukanlah Tiongkok yang merajalela dalam 10 tahun terakhir. "Pada 10 tahun ini kami bisa mempertahankan gelar dengan mudah, tetapi tidak kali ini," kata pelatih kepala Tiongkok, Li Yongbo.
Memang tidak ada pemain Indonesia yang peringkatnya di atas pemain Tiongkok. Xie, Lu, dan Zhu menduduki peringkat satu, dua, dan empat dunia. Peringkat tunggal putri tertinggi yang dimiliki Indonesia, adalah Maria Kristin (30).
Dalam turnamen beregu, peringkat sebenarnya tidak berpengaruh banyak. Indonesia sudah punya dukungan tim dan penonton, keberanian, dan semangat di lapangan. Para pemain Indonesia harus mampu mengalahkan Tiongkok dan merebut Piala Uber. [W-11]