SUARA PEMBARUAN DAILY

Waspadai Semangat Lawan

sp/luther ulag Markis Kido (kanan) dan Hendra Setiawan

[JAKARTA] Kepala pelatih tim Thomas Indonesia Christian Hadinata meminta para pemainnya untuk mewaspadai semangat juang para pemain Korea Selatan (Korsel) saat kedua tim bertemu dalam partai semifinal Piala Thomas yang akan digelar di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (16/5).

"Semangat juang mereka patut diwaspadai karena dengan itu mereka bisa membalikkan keadaan," ujar legenda bulutangkis Indonesia itu, Kamis (15/5).

Mantan juara All England tersebut menilai, semangat juang para pemain Korsel sangat tinggi. Contohnya, ketika sudah tertinggal 0-2 dari finalis berturut-turut Denmark di perempat final, mereka bisa membalikkan keadaan dan unggul 3-2.

Soal kemungkinan menang atas Korea, Christian mengatakan, Indonesia mempunyai peluang yang sama dengan Korsel. "Peluang menang 50-50. Tidak ada prediksi lebih baik dari kemungkinan itu," ujar pelatih dari klub Djarum tersebut.

Mengenai pemain Korsel yang dikenal selalu tampil "ngotot", peraih gelar ganda putra dan putri All England itu hanya menegaskan kalau Taufik Hidayat dkk harus tampil lebih "ngotot" lagi. "Indonesia dan Korsel sudah sering bertemu dan saling mengenal permainan masing-masing. Soal kemampuan, Korsel juga tidak bisa disebut berada di bawah Indonesia. Karenanya, saya minta anak-anak untuk mengeluarkan kemampuan maksimal mereka. Yang jelas, kalau mau menang, pemain harus siap bermain lebih baik dari Korsel," tegas dia.

Christian tampaknya memang tidak mau banyak sesumbar soal kemenangan atas Korea dan kepastian masuk final. "Hasil ditentukan setelah pertandingan. Saya tidak mau bicara soal final. Saya katakan pada anak-anak untuk tidak berpikir soal final. Yang penting, mereka bisa fokus dan konsentrasi di setiap pertandingan. Siap tidak siap, pemain harus siap tampil, apa pun hasilnya," tambah Christian.

Menghadapi Indonesia di semifinal, manajer tim Korsel, Kim Jong Soo yakin jika target mencapai final bisa diraih. "Peluangnya 50-50," katanya seraya menambahkan bahwa timnya mungkin bisa mencuri masing-masing satu poin dari tunggal dan ganda.

Berdasarkan catatan pertemuan pemain tunggal pertama kedua tim, Sony Dwi Kuncoro dan Park Sung Hwan, Park unggul 4-2 dan memenangi pertemuan terakhir di Kejuaraan Asia 2008 bulan lalu.

Begitu pula ganda pertama mereka, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae. Ganda muda ini tentu akan tampil dengan percaya diri lebih karena di Swiss Super Series lalu mereka menumbangkan peringkat satu dunia Markis Kido/Hendra Setiawan. Mereka telah lima kali bertemu dan Markis/Hendra menang tiga kali.

Menghadapi pasangan Korsel tersebut, kata Markis, mereka harus lebih sabar karena permainan mereka sangat cepat. "Pertahanan mereka sangat kuat sehingga kami harus lebih sabar untuk menyerang," kata Markis, yang juga satu klub dengan Hendra di Jaya Raya.

Korsel mencapai semifinal Piala Thomas berturut-turut pada 1992 hingga 1996 kemudian pada 2000 dan terakhir 2004. Indonesia selalu menundukkan Korsel dari 1992 hingga 1996.

Semifinal lainnya mempertemukan juara bertahan Tiongkok dengan Malaysia. [ATW/W-11]


Last modified: 16/5/08