SUARA PEMBARUAN DAILY

Kasus Mutilasi Bocah di Pulogadung

Kepala Korban Dicari

[JAKARTA] Puluhan petugas dari Polres Jakarta Timur, Polsek Pulogadung, dan belasan petugas dari Polda Metro Jaya, hingga Jumat (16/5) siang, masih mencari potongan kepala bocah berusia sekitar sepuluh tahun korban mutilasi. Pencarian intensif dilakukan sebab dengan ditemukannya kepala, diharapkan sangat membantu mengungkap identitas korban dan menguak pelakunya.

Potongan-potongan tubuh bocah itu ditemukan dalam kardus di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (15/5) sekitar pukul 05.30 WIB. Namun, di kardus itu tidak ada potongan kepala. (SP 15/5)

Petugas Polres Jakarta Timur dibantu tim dari Polsek Pulogadung, dan Polda Metro Jaya. Sementara itu, Tim Forensik Mabes Polri pagi ini masih meneliti potongan tubuh korban guna mencocokkan dengan beberapa barang bukti lain di lapangan.

Kapolsek Pulogadung Kompol Harianto kepada SP Jumat pagi mengatakan, semua bagian potongan tubuh korban mutilasi itu masih dalam penelitian secara forensik. Dijelaskan, petugas belum bisa menguraikan secara detail tentang kondisi bagian tubuh yang ditemukan untuk kepentingan penyelidikan.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Robinson Manurung mengatakan, masyarakat diimbau membantu petugas dengan mengenali ciri-ciri korban itu. Terutama bagi warga yang pernah kehilangan anggota keluarganya untuk secepatnya melaporkan ke petugas setempat. Imbauan itu guna mendukung penyelidikan petugas di lapangan.

Diakui, hilangnya potongan kepala akan menyulitkan pengungkapan jati diri bocah naas itu. Sebab, identitas lain yang ditemukan di lapangan belum memberikan ciri khas dari korban.

Visum RSCM

Pencarian identitas di balik korban mutilasi yang terjadi Kamis (15/5) kemarin, kembali berlanjut. Dari hasil visum pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) diketahui korban berusia sekitar 10-15 tahun. Sementara itu dari hasil visum dr Herkutanto ahli forensik RSCM diperkirakan kematian korban terjadi pada Kamis sekitar pukul 03.00 dinihari.

"Jenazah korban setelah kami periksa diperkirakan meninggal 6 jam sebelum pemeriksaan," ujarnya. Pemeriksaan yang dimulai Kamis sekitar pukul 09.00 WIB berakhir pukul 13.00 WIB, menunjukkan korban bergolongan darah A, ada bekas luka parut di tungkai, dan ada bekas lecet di lutut kanan.

Diungkapkan, korban memiliki tinggi sekitar 92 cm dari bahu sampai kaki. Anggota yang kini berada di RSCM sepasang kaki sebatas lutut, bagian pinggang sampai lutut, dan bagian leher sampai pinggang.

Sementara itu, pada Kamis siangnya seorang bapak beranak empat, Acep (37) yang mengaku anaknya hilang seminggu lalu datang ke RSCM sekitar pukul 11.00 WIB. "Anak saya bernama Reza Ceptiawan (10) hilang saat pergi belanja bersama ibunya Kamis minggu lalu karena diajak oleh temannya, Alam ke Stasiun Kramat," kata Acep.

Dikatakan, sampai sore hari Reza belum pulang juga. Ketika ditanya kepada Alam, Reza hanya ingin main sebentar kereta-keretaan di stasiun. Dan hingga Jumat pagi Reza tidak kunjung pulang, maka pada hari Sabtu (10/5), pihak keluarga melapor ke Polsek Cempaka Putih untuk kasus kehilangan anak. Namun hingga Selasa lalu, keberadaan Reza belum diketahui. Hingga berita ini diturunkan, belum anak pihak keluarga lain yang mengaku kehilangan anak datang ke RSCM. [VAS/G-5]


Last modified: 16/5/08