
Film: Namaku Dick
Sutradara: Teddy Soeriaatmadja
Pemain: Tora Sudiro, Amink, Marrisa Nasution, Davina Veronica, Maria Agnes, dan Richa Novisha
Skenario: Teddy Soeriaatmadja
Genre: Komedi Dewasa
Produksi: MD Entertainment
Tora Sudiro semakin menguatkan citranya dalam genre komedi dewasa. Dalam film ini aktingnya semakin mirip dengan Jim Carrey.
pa jadinya jika salah satu bagian tubuh yang vital seperti punya nyawa dan ke- inginan sendiri. Sosok seperti itulah yang harus diperankan oleh Tora Sudiro dalam film terbarunya, Namaku Dick. Alhasil Tora harus menggali kemampuan olah tubuh untuk menampilkan akting yang memuaskan.
Namaku Dick, film yang disutradarai oleh Teddy Suriaatmadja mengangkat kisah komedi yang sarat unsur seks. Candaan dan guyonan yang dihadirkan dalam film itu tidak jauh dari seputar alat kelamin. Selain Tora, Indra Bekti, Arie K Untung, dan Amink, juga bermain dalam film ini. Ketiganya menambah kekuatan banyolan seks dalam kisah yang ditawarkan. Sementara, aktris yang jadi pemanis dalam film ini adalah Marissa Nasution, Maria Agnes, Davina Veronica, dan Richa Novisha.
Genre komedi dewasa yang menyajikan candaan seputar alat kelamin memang jadi salah satu genre yang mampu menarik pasar. Salah satu yang berhasil membuktikannya adalah Quikie Express. Film yang dibintangi oleh Tora Sudiro dan Amink itu berhasil menarik perhatian pasar film nasional. Keberhasilan film ini pun diikuti oleh menjamurnya produksi film genre sejenis, seperti Extra Large, Antara Aku, Kau, dan Mak Erot, serta film Drop Out.
Kisah yang disajikan Namaku Dick adalah kisah yang ringan. Film ini menceritakan tentang se- orang laki-laki yang alat vitalnya tiba-tiba bisa berbicara akibat kutukan. Dia berusaha menghilangkan kutukan itu dengan berbagai cara.
Adalah Bama (Tora Sudiro), arsitek muda yang doyan mempermainkan perempuan. Dalam satu waktu dia bisa memiliki lebih dari dua pacar. Semuanya bisa berjalan lancar karena kemampuan playboy-nya yang di atas rata-rata. Hal ini pun diakui oleh dua sahabatnya, Dennis (Arie K Untung) dan Alvin (Indra Bekti).
Namun, suatu waktu Bama bertemu dengan teman kecilnya, Tiara (Marissa Nasution) yang sekarang sama-sama mengerjakan satu proyek pembangunan gedung. Bagi Bama, Tiara adalah gadis impiannya sejak kecil, sehingga ketika bertemu kembali Bama bertekad untuk mendapatkan Tiara.
Tetapi, bagaimana dengan pacar-pacar Bama yang lainnya, seperti Agnes (Davina Veronica), Tina (Maria Agnes), dan Dewi (Richa Novisha)? Awalnya Bama tidak mau memutuskan pacar-pacarnya itu meski dia sedang mengejar Tiara. Tetapi, pada suatu waktu Dewi melihat Bama sedang berbicara mesra dengan Tiara.

Meminta Maaf
Perasaan Dewi hancur. Dia mengumpat. Salah satu umpatannya adalah menyumpahi alat kelamin Bama bisa berbicara. Kutukan itu pun jadi kenyataan. Bama kelimpungan mendapati alat kelaminnya bisa berbicara. "Ini gue, Dick. Udah elo gak usah bingung," ujar alat vital Bama yang suaranya diisi oleh Amink.
Masalah ini membawa Bama dalam kesulitan, terutama saat berhadapan dengan Tiara dan teman-teman kantornya. Untungnya secara tidak sengaja dia mendapat solusi. Seorang sopir taksi yang ditumpanginya mengetahui masalah yang dialaminya, dan bersedia mengantar ke dukun yang mengerti masalah yang dihadapi Bama.
Singkatnya, sang dukun menyarankan Bama untuk meminta maaf kepada seluruh pacar-pacarnya, karena sebenarnya Bama telah menyakiti mereka. Inilah tantangan terberat Bama, karena pacara-pacar Bama memiliki karakter yang unik seperti posesif, manja, dan ada yang jago taekwondo.
Kisah yang skenarionya ditulis oleh Teddy Soeriaatmadja memang menyajikan obrolan khusus orang dewasa, namun bukan berarti jadi film khusus dewasa. Teddy menyiasatinya dengan meminimalkan gambar-gambar yang vulgar dan memfokuskan pada unsur komedi. Bagi, sang produser, Manoj Punjabi dari MD Entertainment, film kali ini memang berbeda dengan film sebelumnya yang sukses di pasaran, Ayat-Ayat Cinta.
"Ini adalah janji, bahwa kami akan memproduksi karya-karya menarik dan bervariasi, karena selera orang terhadap suatu tontonan atau hiburan itu berbeda-beda. Biar masyarakat dimanjakan dengan banyak pilihan," ujar Manoj.
Namaku Dick memiliki ke- kuatan pada kemampuan akting Tora Sudiro dan kemasan gambarnya. Sebagai pengidap kelainan alat kelamin, Tora harus mampu menjadikan dirinya seakan-akan berdialog dengan si Dick. Sekilas akting Tora seperti Jim Carrey, komedian Hollywood yang disukai Tora.
"Ini adalah film cabul yang nggak cabul. Lihat aja nggak ada cium-ciumannya, palingan cuma pegangan tangan doang. Padahal Marissa pengen banget ada adegan ciuman sama gue," kelakar Tora tentang filmnya yang terakhir ini.
Otomatis, Tora jadi kunci dalam film ini, karena kisah yang disajikan terasa datar. Tidak ada yang gres dan baru dalam kisah yang ditawarkan. Apalagi sekilas film ini seperti terinspirasi film Me and Him (1988) produksi Hollywood. [SP/Kurniadi]