SUARA PEMBARUAN DAILY

Golput Merajai Pilkada Sumut

Syamsul-Gatot Menangi Penghitungan Cepat

[MEDAN] Sejumlah pihak menilai kualitas pelaksanaan Pilkada Sumatera Utara (Sumut) tergolong buruk. Kondisi ini antara lain terlihat dari buruknya data pemilih serta tingkat partisipasi pemilih yang sangat rendah.

"Buruknya kualitas data tersebut akan berpotensi dipersoalkan oleh calon yang kalah pasca hari H, sehingga dapat memicu sengketa pilkada," ujar Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Jeirry Sumampow kepada SP, Kamis (17/4).

Senada dengan itu, Koordinator Lembaga Survei Indonesia untuk Sumatera Utara, Elfenda Ananda mengatakan, dari survei diketahui bahwa warga yang berpartisipasi memilih mencapai 59 persen, sehingga jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput mencapai 40 persen lebih. Artinya, bisa dikata-kan bahwa pemenang pilkada ini adalah golput," kata Elfenda kepada SP, Rabu (16/4) malam.

Jeirry yang bersama 1.000 relawannya memantau langsung pelaksanaan Pilkada Sumut menilai, proses pendataan dan kualitas data pemilih tergolong buruk. Buruknya kualitas data ini secara otomatis berpengaruh pada partisipasi pemilih yang rendah. Menurut perkiraan JPPR, partisipasi pemilih di bawah 60 persen sehingga jumlah golput lebih dari 40 persen. Jika dibandingkan dengan pilkada di beberapa provinsi lain, angka partisipasi Pilkada Sumut saat ini paling rendah. Begitu juga angka pemilih yang tidak memilih atau golput.

Ia menambahkan, meski proses Pilkada Sumut berjalan aman dan lancar serta tanpa keributan berarti, ada sejumlah hal yang menyebabkan kualitas pelaksanaan pilkada itu menurun. Contohnya antara lain, jumlah masyarakat yang tidak terdata sangat banyak, masyarakat masuk daftar pemilih tetap (DPT) tetapi faktanya tidak tinggal di daerah itu, banyak kartu pemilih ganda, dan orang sudah meninggal masih masuk DPT.

"Sesuai catatan JPPR ditemukan juga anak kecil masuk data DPT serta suasana tempat pemungutan suara tidak kondusif bagi masyarakat untuk memberikan suaranya secara bebas dan rahasia karena letak bilik suara sangat terbuka," kata Jeirry.

Sebelumnya, sekitar 800 warga Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area, Medan, memprotes petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) saat berlangsungnya pemungutan suara di TPS yang terletak tak jauh dari permukiman mereka.

Bupati Nias, Binahati B Baeha juga mengungkapkan banyak warganya yang tidak memilih karena tidak mendapatkan kartu pemilih.

Syamsul-Gatot Unggul

Sementara itu, hasil penghitungan cepat Lembaga Survei Indonesia serta Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerja sama dengan Jaringan Isu Publik (JIP), memastikan bahwa pasangan calon Syamsul Arifin - Gatot Pujo Nugroho unggul dalam Pilkada Sumut.

Menurut versi Lembaga Survei Indonesia, pasangan Syamsul - Gatot yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Bulan Bintang (PBB), memperoleh suara sebesar 27,67 persen.

Urutan kedua adalah pasangan Tritamtomo - Benny Pasaribu (22,35 persen), disusul Abdul Wahab Dalimunthe - Raden Muhammad Syafii (17,22 persen), RE Siahaan - Suherdi (16,51 persen), dan Ali Umri dan Maratua Simanjuntak (16,26 persen). [L-10/AHS/151]


Last modified: 17/4/08