
Sejumlah pemuda yang tergabung dalam organisasi massa pendukung calon gubernur Jawa Barat (Jabar) Agum Gumelar-Nu'man A Hakim (Aman) membakar spanduk ucapan selamat kepada pemenang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jabar hasil penghitungan cepat, Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) di depan kantor Panitia Pengawas Pemilihan Gubernur Jabar, Selasa (15/4). Pemenang pilkada baru bisa diketahui setelah Komisi Pemilihan Umum Jabar merekapitulasi dan menetapkan hasil suara pada 23 April 2008. SP/Adi Marsiela
[BANDUNG] Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Jabar) mengimbau agar semua pihak menahan diri dan tidak terjebak pada hasil penghitungan cepat. Hanya Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bisa mengumumkannya.
"Klaim soal siapa yang memenangkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jabar itu belum pada waktunya. Pengumuman pemenang resmi baru sah setelah KPU Jabar menggelar rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil suara pada 23 April 2008," kata Anggota Panwas, Mahi M Hikmat, di Bandung, Selasa (15/4).
Sebelumnya, Panwas mendapatkan kecaman dan ultimatum dari sedikitnya delapan organisasi massa yang mendukung pasangan Agum Gumelar-Nu'man A Hakim (Aman). Organisasi itu, yakni Banteng Muda Indonesia Jabar, Angkatan Muda Ka'bah, Garda Bangsa, Gerakan Pemuda Ka'bah, Pemuda Reformasi, Gerakan Masyarakat Madani Indonesia, Forum Penyelamat Lingkungan Hidup, dan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia.
Ketua Dewan Perwakilan Banteng Muda Indonesia Jabar, Putu Widya Snicaya mengaku kecewa dengan banyaknya spanduk ucapan selamat kepada pemenang pilkada berdasarkan hasil penghitungan cepat, yaitu Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade). Seharusnya, panwas melakukan tindakan dengan mencabutnya. "Kami juga punya massa, kalau panwas tidak bertindak, biar kami yang menindak," katanya.
Proaktif
Hal senada disampaikan Ketua Angkatan Muda Ka'bah Nuril Mujtaba Angga Laksana. KPU dan Panwas Jabar harus selalu proaktif dan menjaga netralitas dalam tahapan pilkada ini. "Kita ingin pilkada ini tetap berlangsung tertib," katanya.
Secara terpisah, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Aman, Syaiful Huda menyatakan pelaksana pilkada Jabar adalah KPU. Seluruh pihak dan masyarakat harus bersabar menanti pengumuman pemenang dari KPU Jabar. "Saat koordinasi, Pak Agum menyatakan sebaiknya kita semua menunggu hasil rekapitulasi KPU," katanya.
Dia juga menyatakan timnya sudah melakukan penghitungan langsung dari seluruh tempat pemungut-an suara (TPS) yang jumlahnya mencapai 63.005 unit. Syaiful membantah apabila penghitungan yang dilakukan timnya itu sama seperti penghitungan cepat. Pasalnya, penghitungan cepat dari beberapa lembaga hanya mengambil sampel populasi kurang dari 10 persen. Tingkat kesalahannya tinggi.
Hingga Selasa (15/4) petang, tabulasi perolehan suara itu sudah menghimpun data hingga 17.012.742 dari 27.972.924 suara yang ada di dalam daftar pemilih tetap.
Hasilnya menyatakan pasangan Aman unggul untuk sementara dengan raihan 6,3 juta suara (37,55 persen), diikuti oleh pasangan Hade yang meraih 6,1 juta suara (36,29 persen), dan pasangan Da'I mendapatkan 4,4 juta suara (26,17 persen).
"Kita ini real count (hitungan nyata). Setiap TPS kami menempatkan dua orang dilengkapi satu nomor telepon seluler. Nomor mereka sudah terdaftar di tabulasi kami dua hari sebelum pencoblosan," kata Syaiful menjelaskan teknik rekapitulasi suaranya. [153]