SUARA PEMBARUAN DAILY

Istana Merdeka Akan Dibuka untuk Umum

[JAKARTA] Istana Merdeka yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat akan dibuka untuk umum, terutama bagi para pemuda dan pelajar, setiap akhir pekan. Tetapi, hal itu tidak memiliki motif politik apa pun menjelang 2009. Pembukaan Istana Merdeka itu murni untuk membangkitkan rasa bangga di kalangan pemuda dan pelajar.

Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa kepada wartawan di Istana Negara Jakarta, Selasa (15/4), menjelaskan Istana Merdeka dibuka untuk publik dimulai dengan uji coba pada Mei 2008. Rencananya, Istana Merdeka dibuka untuk umum setiap Sabtu dan Minggu.

Tetapi, ujar Hatta, rencana itu belum final. "Ini rencananya sampai 2009, tetapi belum final. Nanti, diputuskan Sabtu atau Minggu atau Sabtu-Minggu," ujarnya.

Dijelaskan, semua pengunjung akan masuk melalui Sekretariat Negara, kemudian mereka akan diantar bus melalui Masjid Baitturrahim lalu masuk ke Istana Merdeka yang terletak di samping masjid itu. Di sana, kata Hatta, akan ada pemandu yang akan menjelaskan tentang Istana Merdeka kepada para pengunjung, sedangkan kalau ada acara kenegaraan pada Sabtu atau Minggu, Istana Merdeka akan ditutup.

"Rutenya itu masuk dari samping yang kalau mau ke Setneg itu. Di samping Setneg itu ada yang dibangun, nanti mereka masuk dari situ. Kemudian, turun di situ. Itu check point pertama mereka. Di situ disiapkan bus. Mereka naik bus, di sepanjang bus itu mulai diceritakan ini kantor Setneg dan lain-lain sampai nanti masuknya di depan masjid. Masuk ke situ, terus langsung tur Istana Merdeka. Nanti ada pemandu khusus," kata Hatta.

Sementara, Istana Negara yang menghadap ke Jalan Veteran tidak dibuka untuk umum karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama keluarga tinggal di Istana Negara. Hatta mengatakan rencana itu sudah lama dan tidak bermuatan politis menjelang pemilu 2009. Apalagi, praktik seperti itu sudah dilakukan juga oleh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ketika menjabat sebagai presiden.

Jadwal tur, kata Hatta, mungkin sekitar 20 menit, lalu bergantian dengan grup lain. Yang dibatasi hanya waktu, sedangkan peserta tidak dibatasi jumlahnya. "Nanti mendaftar dulu, seperti layaknya kita ke museum," lanjutnya. [A-21]


Last modified: 16/4/08