
SP/Ruht Semiono
Seorang anak bermain layang-layang di antara perlintasan rel kereta api di Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (15/4). Kurangnya sarana bermain yang nyaman bagi anak-anak di Jakarta mengakibatkan sejumlah anak nekat bermain di kawasan berbahaya seperti di pinggir rel KA.
Sri Mulyati (20), pembantu rumah tangga yang juga tersangka pelaku pencurian perhiasan emas berlian dan uang US$ 9.600 yang seluruhnya mencapai nilai Rp 18 miliar, ditangkap polisi di Lampung, Senin (14/4) malam lalu. Selain Sri, suaminya Herman Suratman (43) juga ditangkap di Cilacap, Minggu (13/4). Pihak Polwil Bogor saat ini terus melakukan pengembangan penyelidikan untuk melakukan pencarian terhadap penadah barang hasil curian sebesar Rp 18 miliar milik pasangan Mr Joe warga negara Kanada dan Ny Iyet Rachmawati.
Kapolwil Bogor Kombes Sabar Rahardjo mengungkapkan hal itu Selasa (15/4) siang di Mapolwil Bogor. Bersama tersangka Suratman ditemukan barang bukti sebanyak 25 macam. Dalam pemeriksaan sementara, Suratman mengaku sebuah arloji merek Philip Patek telah dijual di Blok A Jakarta Selatan seharga Rp 95 juta.
Sri pada Jumat 28 Maret 2008 datang di rumah korban di Perumahan Bukit Cimanggu Villa Blok M/IV Nomor 8 RT 2/11 Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, Kota Bogor untuk melawar kerja sebagai pembantu rumah tangga. Joe dan istri langsung menerima Sri. Setelah tiga hari bekerja, tepatnya Senin (31/3) sekitar pukul 12.00 WIB, pemilik rumah Mr Joe dan Iyet pergi ke Jakarta dan baru pulang pukul 21.00 WIB. Diduga Sri pencurinya. Keesokan harinya, pemilik rumah sadar barang-barang berharga mereka dan uang US$ 9.600 lenyap. [HR/Y-4]
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menunda sidang kelima perkara wawancara reporter Radio Republik Indonesia (RRI) dengan Presiden Megawati Soekarnoputri pada Selasa (15/4). Hal itu disebabkan tidak hadirnya terdakwa Sarwono dengan alasan sakit.
Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Zulfahmi itu semula akan mendengarkan kesaksian dari saksi ahli, yaitu Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara. Sidang dilanjutkan pada Selasa (22/4). Terkait penundaan tersebut, Leo Batubara menyatakan siap hadir kembali di persidangan selanjutnya. Kasus perkara antara RRI dan reporter senior RRI Freddy Ndolu adalah mengenai laporan Freddy atas terjadinya sulih suara dalam wawancara yang dia lakukan dengan Megawati Soekarnoputri, yang ketika itu masih menjabat sebagai Presiden RI. RRI menyiarkan hasil wawancara tersebut, namun suara Freddy diganti dengan suara orang lain oleh pihak RRI tanpa melakukan konfirmasi. Sementara, status Freddy saat wawancara berlangsung adalah masih sebagai reporter RRI. [DMP/Y-4]
Rukun Kawanua Bogor (RKB) akan mengadakan Perayaan Paskah 2008 di KebunKu, Jalan Pajajaran 96, Bogor, Minggu (20/4) pukul 06.00 WIB. Menurut Ketua Panitia Arthur Pieters dan Sekretaris Franco Pulu, acara akan diisi dengan kegiatan jalan sehat dan senam pagi, yang dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama dengan menu tinutuan (bubur Manado). Setelah ibadah Paskah yang diadakan secara Oikumene, akan disajikan tari Maengket dan tari Lenso oleh para anggota RKB dan lomba poco-poco. Sebelum acara ramah-tamah akan disajikan makan siang berupa beragam menu khas Manado. Untuk anak-anak akan diadakan lomba mencari telur. Dalam rangka perayaan Paskah, panitia telah melakukan aksi sosial berupa pemberian bingkisan pada anak-anak jalanan serta sumbangan untuk para lanjut usia. Ketua RKB Henkie Luntungan juga akan mengumumkan pengurus lengkap RKB yang baru. Diharapkan semua anggota Kawanua yang bermukim di Bogor yang berasal dari Sangihe Talaud, Minahasa, Manado, Bitung dan Bolaang Mongondouw, dapat menghadiri acara itu. [B-8]
Asisten Administrasi Perekonomian Pemda DKI Deden Supriadi mewakili Gubernur DKI hari ini meresmikan nama dan logo baru perusahaan suplai air yang selama ini dikenal sebagai PT Thames Pam Jaya (TPJ) menjadi PT Aetra Air Jakarta. Peresmian logo dan nama baru perusahaan itu berlangsung di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran. Presiden Direktur Aetra Syahril Japarin mengatakan, "Setiap merek memiliki latar belakang cerita, dan nama kami yang baru hadir karena suatu ide dan prinsip bahwa pelanggan harus selalu menjadi yang pertama."
Dikatakan, visi Aetra jelas dan sederhana, yaitu meningkatkan kehidupan masyarakat, setiap saat, yang kemudian diterjemahkan menjadi suatu misi secara konsisten menyediakan pelayanan terbaik dengan melakukan perbaikan berkesinambungan dalam segala hal yang dilakukan. Perubahan nama perusahaan mencerminkan komitmen Acuatico Pte Ltd, setelah mengakuisisi TPJ tahun lalu, dalam memberikan arah strategi yang jelas, mendefinisikan kembali nama perusahaan dan mendefinisikan kembali makna dari bisnisnya sendiri.[PR/Y-4]