[JAKARTA] Perampok "Kelompok Surabaya" yang sering beraksi di Jakarta Selatan dibekuk anggota Polsek Pesanggrahan, Selasa (15/4), setelah merampok satu karung pakaian siap jual dari sebuah angkutan umum.
Riwen (24), pemilik barang tersebut mengatakan, dirinya baru saja keluar dari Pasar Cipulir, Kebayoran Lama, setelah membeli sejumlah pakaian senilai Rp 7,5 juta untuk dijual di tokonya di daerah Serang, Banten. Ia menumpang angkot 01 jurusan Ciledug-Tanah Kusir. Empat pria juga menumpang angkot yang sama. "Saya sudah curiga dengan empat orang yang terus melihat gerak-gerik saya, dan ingin membuat saya tampak sibuk," tutur Riwen.
Pria asal Padang yang biasa berjualan pakaian jadi di daerah Serang, Banten ini mengaku dirinya sudah biasa membeli pakaian di Pasar Cipulir. Namun, baru kali ini barang dagangannya hampir ludes. "Saya biasa belanja di pasar ini. Namun, saya tidak tahu kalau ada kawanan perampok di situ yang berani mencuri karung sebesar itu di siang hari. Mereka benar-benar nekat," tandas pria yang sudah berjualan selama tiga tahun ini. Setelah menghentikan angkot, cerita Riwen, ia meletakkan satu karung besar pakaian di pintu angkot tanpa diikat. "Karung yang lebih kecil saya pegang dan duduk persis di belakang sopir," tutur Riwen dengan kesal.
Saat angkot berhenti menurunkan dua dari empat penumpang tadi, barang dagangannya yang diletakkan di atas angkot pun ikut diturunkan. Merasa aneh, Riwen turun, tetapi dihalang-halangi oleh dua penumpang lainnya dan sopir dengan terus melajukan mobil angkutan tersebut. "Saya kesal, lalu saya pukul si sopir hingga di menghentikan angkotnya. Kemudian saya turun, dan mengejar kawanan yang hampir kabur sambil berteriak," katanya.
Warga merespons teriakan Ridwan. Petugas polisi dilokasi pun melumpuhkan dua perampok yang dikenal sebagai "Kelompok Surabaya" yang selama ini dicari-cari. "Kami melumpuhkan dua orang perampok," tandas Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Parulian Sinaga. [MAR/L-8]