
Hotman Siregar
Kendaraan sedang melintas di Jalan KH Noer Alie atau kerap disebut Jalan Raya Kalimalang, Bekasi, yang rusak parah, Selasa (15/4). Jalan ini sudah lama rusak dan pemerintah setempat hanya memperbaikinya dengan tambal sulam.
[JAKARTA] Tiga puluh enam hari setelah Mochtar Mohamad dan Rachmat Effendi dilantik menjadi wali kota dan wakil wali kota Bekasi, kondisi jalan di sejumlah ruas di Kota Bekasi tidak mengalami perubahan.
Bahkan di beberapa titik, kerusakan semakin parah, seperti Jalan KH Noer Ali atau yang biasa disebut Jalan Raya Kalimalang, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, atau Jalan Raya Hankam tepatnya setelah tol lingkar luar hingga ke Kranggan, dan beberapa titik lainnya. Kondisi ini sangat ironis, karena dalam kampanye, keduanya berjanji akan memperbaiki jalan yang rusak.
Kerusakan di Jalan KH Noer Ali mencapai 500 meter. Kendaraan yang melintas merayap pelan, menimbulkan kemacetan parah. "Tidak ada celah untuk menghindar. Semua badan jalan berlubang dan bergelombang. Mobil yang melintas seperti kapal laut yang diterjang gelombang. Jalan ini potret kegagalan Pemkot Bekasi," kata Agus, warga Kranji, Bekasi, yang setiap hari melewati jalan itu, Rabu (16/4).
Beberapa warga kepada SP mengaku stres setiap lewat jalan itu. "Jalan ini sudah tidak layak lagi disebut jalan raya. Ini kubangan kerbau Mas. Stres melintas dari jalan ini," kata pengendara mobil pribadi, Lusi Aprilia, Rabu.
Hal senada juga dilontarkan pengemudi angkutan umum M-26, Dana (37). Ia mengaku tidak memiliki pilihan selain melewati jalan rusak itu. "Kalau ada jalan alternatif, saya tidak akan lewat sini. Mungkin wali kotanya tidak pernah lewat jalan ini, sehingga dibiarkan rusak parah," protes dia.
Jalan yang rusak parah itu sangat mengganggu aktivitas warga. Apalagi ketika musim hujan tiba. Sejumlah ruas jalan praktis tidak bisa dilalui karena tertutup lumpur dan air. Sedangkan pada musim kemarau, jalan penuh debu yang mengganggu kesehatan warga.
Rugi
Nanang (30), pengendara sepeda motor yang biasa melewati jalan ini dari Jakarta menuju Bekasi harus merelakan celana dan sepatunya bercampur lumpur sepulang kerja. Belum lagi risiko kecelakaan di kubangan yang hampir merata sampai ke badan jalan. "Kendaraan juga cepat rusak. Lebih banyak kerugian daripada keuntungan melewati jalan ini," katanya menggerutu.
Kerusakan Jalan Raya Kalimalang telah menjadi ajang caci maki untuk pejabat Pemkot Bekasi. Pasalnya, Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad dalam kampanyenya sebelum terpilih menjadi orang nomor satu di wilayah itu berjanji akan segera memperbaiki infrastruktur jalan. Tetapi faktanya, setelah dilantik janji itu tidak juga direalisasikan. Warga Kota Bekasi memang tidak bisa menuntut banyak wali kota Mochtar Mohamad dan wakilnya untuk segera menepati janjinya. Karena tidak ada aturan maupun undang-undang yang mengatur apabila mengingkari janji kampanye akan mendapat hukuman.
"Saya sebenarnya tidak terlalu berharap banyak terhadap wali kota. Tapi sebagai pemimpin seharusnya memiliki tanggung jawab moral terhadap warganya," kata Arios (47), warga yang tinggal di Perumnas III, Kota Bekasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Bekasi Hikmatullah mengatakan, jalan tersebut tergolong sebagai jalan kota, sehingga perbaikannya menjadi tanggung jawab Pemkot Bekasi. Dia mengakui, perbaikan dilakukan secara tambal sulam. "Kemungkinan besar, perbaikan total dengan beton baru dapat dilakukan April atau Mei mendatang," katanya beberapa waktu lalu. [HTS/L-8]