[NEW YORK] Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon untuk kesekian kalinya mendesak agar hasil pemilihan presiden Zimbabwe segera diumumkan. Ban juga mengungkapkan, dia memutuskan mengangkat krisis pasca pemilu Zimbabwe ke pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB, Rabu (16/4).
Amerika Serikat, Inggris dan Prancis mengungkapkan mereka juga berencana mengangkat krisis pasca pemilu Zimbabwe ke dalam pertemuan tersebut.
Ban, Selasa (15/4), mengatakan, dia berencana mendiskusikan dengan para pemimpin yang menghadiri pertemuan tersebut tentang bagaimana PBB dan komunitas internasional dapat membantu pemerintah dan rakyat Zimbabwe menyelesaikan krisis di negeri itu.
Setelah 17 hari, para pejabat yang bertanggung dengan pemilu Zimbabwe seharusnya sudah mengungkapkan apakah Presiden Robert Mugabe ataukah pemimpin oposisi Morgan Tsvangirai yang memenangkan pemilihan presiden 29 Maret lalu. Tetapi hingga kini hasil-hasil pemilihan presiden tak kunjung diumumkan.
Tsvangirai mengatakan, dia berhasil meraih kemenangan telak dalam pemilihan presiden bulan lalu. Dia menuding Mugabe sengaja tidak mengumumkan hasil-hasil pemilu untuk mempertahankan cengkeraman kekuasaan yang sudah berlangsung selama 28 tahun. Sejumlah perhitungan suara independen memperlihatkan Tsvangirai berhasil meraih kemenangan. Tetapi, suara yang diperoleh Tsvangirai juga dinilai belum cukup untuk mencegah diselenggarakannya pemilu putaran kedua.
"Kami benar-benar ingin melihat, untuk pertamakalinya, hasil-hasil pemilu diumumkan dengan sangat tepat dan transparan," ucap Ban.
Menurut dia, kehadiran para pemimpin Afrika dan negara-negara Barat dalam pertemuan hari Rabu, termasuk Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, serta para presiden dari Somalia, Pantai Gading, Kongo dan Tanzania, seharusnya dapat memberikan "peluang yang alamiah untuk mengatasi situasi di Zimbabwe". [AP/E-9]