[YOGYAKARTA] Sejumlah foto, film dokumenter, dan benda kenangan Fatmawati Soekarno di antaranya berupa baju serta perhiasan, sejak Senin (14/4) dipamerkan di 'Jogja Gallery' Jalan Pekapalan nomor 7 Alun-alun Utara, Kota Yogyakarta. Pergelaran foto, film dokumenter dan benda kenangan Fatmawati yang berlangsung hingga 21 April mendatang itu diprakarsai Yayasan Bung Karno dan Yayasan Fatmawati.
Ketua Umum Yayasan Bung Karno, Guruh Soekarno Putra pada pembukaan pameran tersebut, Senin malam mengatakan, di Yogyakarta ini Fatmawati menjalankan peran historis sebagai ibu negara yang mendampingi Bung Karno dalam suka dan duka membesarkan Republik Indonesia yang masih muda usia.
Guruh mengatakan, di masa pendudukan Jepang, peran Fatmawati sebagai pembuat bendera pusaka Merah Putih telah dijalankan dengan sebaik-baiknya. "Dia menjadi saksi mata kemerdekaan Indonesia saat diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta," kata seperti dikutip Antara.
Ketika ibukota RI harus pindah dari Jakarta ke Yogyakarta, kata Guruh, dengan tabah dan tawaqal Fatmawati mengarungi gelombang revolusi dengan tetap menjaga keserasian antara kepentingan kenegaraan dan keluarga.
Menurut dia, menjadi ibu negara pertama RI pada usia 22,5 tahun bukanlah tugas yang sederhana. Karakter Fatmawati yang bersahaja, sederhana, saleh, ceria, dan suka bergaul dengan semua orang, secara otomatis ikut membantu melancarkan proses pembentukan dirinya sebagai pendamping Bung Karno sekaligus tokoh perempuan bagi negeri yang baru saja lahir.
"Atas jasanya dalam perjuangan kemerdekaan RI, Fatmawati telah diabadikan sebagai pahlawan nasional," katanya.
Guruh Soekarno Putra mengatakan, di samping sebagai ibu negara, Fatmawati juga mendapat sebutan sebagai ibu agung. dalam rangka mengenang 85 tahun Fatmawati Soekarno, Yayasan Bung Karno dan Yayasan Fatmawati mempersembahkan pergelaran foto, film dokumenter dan benda kenangan Fatmawati untuk masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.
"Bukan suatu kebetulan jika pergelaran ini juga untuk memeriahkan peringatan Hari Kartini, dan 100 tahun Kebangkitan Nasional," katanya.
Menurut dia, Fatmawati telah berupaya meneruskan cita-cita Kartini untuk emansipasi perempuan, dan ikut membangun bangsanya dalam semangat pembangunan nasional. Sementara itu, Direktur Utama Jogja Gallery, Sugiharto Soeleman mengatakan foto-foto Fatmawati bersama keluarga selama tinggal di Yogyakata menunjukkan bahwa Yogyakarta tetap 'istimewa' di hati sanubari rakyatnya.
"Pergulatan selama hidup di Yogya, dinamika yang mengharukan dan membahagiakan, silih berganti mengisi laku ibu negara pertama RI," katanya.
Sugiharto mengatakan, tampilan busana etnik yang dulu dipakai Fatmawati menunjukkan tentang kecintaan terhadap hasil karya asli Indonesia. [U-5]