[JAKARTA]Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), pada tahun anggaran 2008, memprogramkan 10.000 hektare (ha) penanaman kedelai di lahan transmigrasi. Pemerintah akan membantu penyediaan bibitnya dan menjamin pemasaran hasil produksinya.
Hal itu dikemukakan Direktur Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT), Joko Sidik Pramono di Jakarta, Selasa (15/4).
Dikatakan, Bulog akan menampung hasil produksinya dengan harga minimal Rp 5 ribu/kg. Kalau harga pasar lebih baik, petani dibebaskan menjual hasil kedelainya ke pasar bebas.
Pada tingkat harga minimal itu petani mendapat keuntungan Rp.1000/kg. Dikemukakan, negara-negara lain meragukan kemampuan Indonesia dalam menghasilkan kedelai karena kedelai diperhitungkan hanya tumbuh baik di negara beriklim sub tropis. ''Kita akan buktikan bahwa negara tropis seperti Indonesia ini juga mampu menghasilkan kedelai,'' katanya.
Buktinya, Indonesia sejauh ini mampu menghasilkan 800.000 ton kedelai setiap tahun. Hasil itu memang lebih rendah dari kebutuhan total yang mencapai 2 juta ton per tahun. ''Secara bertahap kita akan mengurangi ketergantungan impor kedelai karena kedelai merupakan bahan baku utama tahu dan tempe yang telah menjadi makan favorit masyarakat Indonesia ,'' ujarnya. [L-7]