[JAKARTA] Anggota Komisi IV DPR Al Amin Nur Nasution, tersangka kasus penyuapan alihfungsi hutan lindung di Bintan, ternyata tidak sendirian ketika bertemu Sekda Kabupaten Bintan, Azirwan, Kamis (10/4) lalu. Saat itu, Amin bersama tiga anggota Komisi IV yang berasal dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), Fraksi Partai Golkar, dan Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN). Demikian informasi yang diperoleh SP di DPR, Senin (14/4).
"Selain itu, mereka (anggota Komisi IV) yang membela itulah sebenarnya yang terlibat," kata sumber SP di DPR. Dikatakannya juga, Azirwan memiliki saudara yang anggota DPR dan duduk di Komisi III (komisi hukum). "Maka bisa jadi ini sebenarnya lintas komisi dan dilakukan banyak orang (anggota DPR), bukan Amin sendirian," katanya.
Berkaitan dengan informasi tersebut, Koordinator Kampanye Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi), Yuris Oloan mendesak KPK agar tidak ragu meminta keterangan para anggota DPR lain yang diduga ikut dalam pertemuan saat penangkapan Amin.
Menurut Yuris, pihaknya masih mencurigai keterlibatan banyak pihak di DPR yang selama ini sudah terjalin sebagai mafia. Selain KPK, Amin juga tidak perlu ragu untuk membuka pola-pola tersebut sehingga dia tidak menjadi korban semata. "Tidak mungkin Amin sendirian, pasti ada kerja bersama. Ini yang harus diungkapkan oleh KPK," tegasnya.
Informasi lain menyebutkan, pola Komisi IV seperti ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya juga pernah terjadi ketika harus memutuskan soal alihfungsi suatu kawasan di Sumatera Barat.
Kasus Amin sendiri sebenarnya juga sudah tercium sejak lama di kalangan internal DPR. Misalnya ketika melakukan kunjungan kerja pada masa reses akhir tahun 2007 lalu, Komisi IV melakukan kunjungan kerja ke Bintan dan ketika pulang masing-masing anggota memperoleh Rp 30 juta. "Kalau pun dapat biasanya tidak sebesar itu, jadi ini memang aneh mengapa bisa sebesar itu," katanya.
Sementara itu, Ketua FPAN Zulkifli Hasan ketika ditanya soal ini, Selasa (15/4) pagi menyebutkan, semua anggota FPAN di Komisi IV sudah dikonfirmasi langsung. Hasilnya, Zulkifli Hasan mengatakan, "tidak ada kaitan dengan masalah." Begitu juga Ketua FKB Effendy Choirie, Selasa pagi, menyatakan pihaknya tidak yakin anggota FKB di Komisi IV terlibat. "Ah... masak sih," katanya singkat. Sedangkan pimpinan Komisi IV DPR dari FKB, Ishartanto ketika dihubungi juga tidak bersedia memberikan tanggapan. Sebelumnya, di Komisi IV Kamis (11/4) lalu, Ishartanto menegaskan, apa yang dilakukan Amin Nasution tidak ada kaitan sama sekali dengan Komisi IV.
Pernyataan senada dikemukakan Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso. Menurutnya, semua anggota Komisi IV dari FPG sudah ditanya atas perintah langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla. Hasilnya, tidak satu pun anggota FPG yang terlibat atau terkait kasus tersebut.
Sementara itu, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi mengatakan, KPK masih mengembangkan pengusutan kasus suap yang melibatkan Al Amin Nur Nasution. Namun sampai sejauh ini, pengusutan masih terfokus pada Amin dan Sekda Bintan, Azirwan.
Soal adanya anggota DPR lain pada saat penangkapan Amin, menurut Johan, ketika itu KPK hanya mendapati lima orang, yakni Amin, Azirwan, sopir Azirwan, staf Amin, serta seorang perempuan. "Tidak ada orang lain," tegas Johan kepada SP, Selasa.
Saat ini, ungkapnya, KPK banyak mendapatkan tambahan informasi dan keterangan pascapenangkapan Amin. "Tidak tertutup kemungkinan, penyidikan kasus ini menjadi berkembang lebih luas lagi," ujarnya. [Y-3/H-12/M-17]