SUARA PEMBARUAN DAILY

Lahan Terbatas, Pembangunan Irigasi Fokus di Luar Jawa

Data dari Departemen Pekerjaan Umum (PU), sebagai yang bertanggung jawab soal irigasi menunjukkan, hingga tahun 2012 pemerintah hanya menargetkan pembangunan 17 waduk baru dengan target mengairi 121.000 hektare sawah. Total sawah beririgasi saat ini versi Departemen PU hanya 6,7 hektare. Itu pun sebagian besar warisan Orde Baru yang sebagian membutuhkan rehabilitasi.

Namun, Direktur Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) Deptan, Hilman Manan meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Dengan kondisi saat ini berdasarkan angka ramalan BPS, tahun ini produksi gabah akan mencapai 58, 27 juta ton atau setara hampir 35 juta ton beras.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Departemen PU, Iwan Nursyirwan menegaskan, departemennya sedang giat membangun irigasi. Namun, makin terbatasnya lahan pertanian di Pulau Jawa, mendorong Departemen Pekerjaan Umum lebih memfokuskan pembangunan irigasi ke luar Jawa.

Di Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Barat, tahun 2006-2008 tidak ada pembangunan irigasi baru. Berdasarkan data Direktorat Jenderal SDA, rencana pembangunan baru jaringan irigasi tahun 2008 terluas di Nusa Tenggara Timur seluas 8.062 hektare, disusul Sumatera Selatan-Bangka Belitung 6.890 hektare, Sulawesi Selatan 6.207 hektare, Sumatera Barat 4.884 hektare, dan Nanggroe Aceh Darussalam 4.807 hektare.

Awal April 2008 ini, Dirjen SDA Departemen PU mencanangkan pembangunan lanjutan Jaringan Irigasi Komering tahap II fase II di Desa Nusa Raya, Kecamatan Belitang III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Ini bukti perluasan daya dukung irigasi di luar Jawa.

Nantinya, jaringan irigasi Komering tahap II fase II mengairi 14.140 hektare persawahan, didukung saluran sekunder sepanjang 39 kilometer, dan melewati 15 desa. Pembangunan ini akan memaksimalkan pemanfaatan potensi pengairan Daerah Irigasi (DI) Komering seluas 125.000 hektare di Sumsel dan Lampung, yang kini baru mengairi 44.990 hektare sawah.

Hilman menyambut baik pembangunan jaringan irigasi baru di luar Jawa. Namun, ia berharap, PU juga merehabilitasi jaringan irigasi di Pulau Jawa, yang banyak mengalami kerusakan dalam satu dekade terakhir. Pemda juga bisa berperan dengan membangun Jides, ataupun memperbaiki jaringan irigasi tersier untuk mengairi sawah-sawah di Jawa, yang faktanya masih sangat produktif.

"Tidak perlu pembangunan jaringan besar yang memerlukan lahan luas, cukup dengan merehabilitasi jaringan irigasi yang rusak, itu sudah bisa memacu produksi padi di Jawa," tutur Hilman. [L-11]


Last modified: 15/4/08