SUARA PEMBARUAN DAILY

Era Baru Milan Tanpa Gattuso?

Gennaro Gattuso (bawah)

[MILAN] AC Milan terlambat melakukan regenerasi. Musim ini, pasukan "besi tua" terbukti gagal bersaing dengan Inter Milan, AS Roma, dan Juventus yang sudah meremajakan timnya sejak dua atau tiga musim lalu.

Kekalahan 2-3 dari Juventus pada lanjutan Seri A Liga Italia pekan ke-33 kemarin, semakin meyakinkan manajemen "Rossoneri" untuk meremajakan pemain. Peremajaan itu merupakan agenda utama musim depan untuk dapat bersaing di Seri A dan Liga Champions musim depan.

Renovasi "Si Merah-Hitam" sepertinya akan dimulai dengan menjual gelandang bertahan Gennaro Gattuso. Pemain tak kenal lelah ini dinilai sudah tak lagi sesuai dengan format masa depan tim milik Silvio Berlusconi ini. Meski belum jelas mengenai berapa harga jualnya, niat menjual Gattuso mulai digembar-gemborkan.

Gattuso bukannya tak pernah berkontribusi terhadap Milan. Setidaknya dalam tiga musim terakhir, pemain kelahiran Calabria, Italia, ini sudah menjadi ikon pertahanan lini tengah Milan. Dan jangan lupa, kemenangan Milan 3-0 atas Manchester United (MU) pada laga kedua babak semifinal Liga Champions musim 2006-2007 lalu, di San Siro, Milan, tak lepas dari peranan Gattuso yang sukses "membunuh" Cristiano Ronaldo. Peran Gattuso saat itu menjadi kunci Milan mematikan serangan "Setan Merah". Sejak itu, sepertinya belum ada pemain lain yang mampu membatasi pergerakan Ronaldo.

Mendengar niat Milan menjual Gattuso, tak heran kalau MU juga membuka minat membeli. Dengan hadirnya Gattuso di Old Trafford, pelatih MU, Sir Alex Ferguson bisa berlega hati karena, sejauh ini, tak ada lagi pemain klub lain yang mampu melumpuhkan Ronaldo. Sayangnya, Gattuso kurang berminat bermain untuk calon kuat jawara Liga Inggris dan Liga Champions itu.

Selain MU, klub Inggris lain, yaitu Tottenham Hotspurs dan Newcastle United juga membuka diri menyambut pemain yang pernah menyatakan ingin menjajal rumput Inggris sebelum gantung sepatu.

Selain tiga klub tersebut, raksasa Jerman, Bayern Muenchen juga berminat meminang Gattuso untuk disandingkan dengan Luca Toni, penyerang Italia yang sudah lebih dulu merumput bersama tim Bavaria itu.

Pilihan Gattuso bertambah seiring datangnya ketertarikan dari Glasgow Rangers. Gattuso punya ikatan batin kuat dengan klub Skotlandia itu karena pernah membelanya pada musim 1997-1998. Apalagi, istri Gattuso juga dari Skotlandia.

Bersaing di Eropa dan Seri A, Milan tak cukup hanya melego pemain. Tugas utama Carlo Ancelotti adalah mendatangkan pemain yang sesuai dengan karakter Milan.

Awal tahun ini, Milan sudah meremajakan lini depannya dengan mendatangkan Alexandre Pato dari klub Internacional, Brasil dan mulai mempercayai pemain berusia 18 tahun dari tim junior mereka, Alberto Paloschi.

Pertumbuhan lini depan muda Milan juga harus diimbangi dengan pencarian pemain muda yang mampu menggantikan posisi dan karakter Clarence Seedorf dan Andrea Pirlo di lini tengah dan Paolo Maldini dan Alessandro Nesta di barisan belakang. Melimpahnya uang dan tingginya reputasi menjadi jalan Milan mendapatkan pemain yang diinginkan.

Namun, sebelum bermimpi menguasai Eropa dengan pasukan baru musim depan, Milan harus merebut posisi empat klasemen dari Fiorentina untuk satu tiket ke Liga Champions musim depan.

Dengan sisa lima laga, Milan masih duduk di posisi lima klasemen dengan 52 poin atau empat poin di bawah "La Viola", julukan Fiorentina. [goal.com/ATW/W-11]


Last modified: 15/4/08