[SOLO] Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyatakan diri sebagai pusat pendidikan kejuruan. Jumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jateng saat ini tercatat lebih banyak dibanding jumlah sekolah menengah atas (SMA). SMK sebanyak 947 unit, sedangkan SMA 864 unit.
"Dalam Rembug Nasional Pendidikan Tahun 2008, menempatkan Jateng pada urutan kedua setelah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dalam jumlah maupun mu- tu sekolah kejuruan," ujar Gubernur Jateng, Ali Mufiz, seusai penandatanganan kerja sama dengan Menteri Pendidikan Na-sional (Mendiknas) Bambang Sudibyo dan bupati/wali kota dalam mewujudkan Jateng sebagai provinsi SMK, di Solo, baru-baru ini.
Saat ini, di Jateng terdapat pula 35 unit SMK bertaraf internasional atau terbanyak secara nasional, dari 179 jumlah SMK bertaraf internasional yang ditetapkan Depdiknas di Tanah Air.
Dari 221 SMK yang secara nasional memiliki sertifikat Sistem Manajemen Mutu (SMM), ISO 9001-2000, 61 SMK di antaranya berada di Jateng. Tercatat, saat ini terdapat 38 SMK yang telah dikembangkan menjadi SMK unggulan dengan fasilitas dan sumber daya manusia yang lengkap untuk menjadi tempat uji kompetensi.
Memadai
Dijelaskan, secara umum gedung SMK dengan jumlah ruang kelas secara keseluruhan 21.678 buah, sangat memadai untuk penyelenggaraan pembelajaran, dari jumlah tersebut sebanyak 19.171 ruang kelas atau 90,74 persen dalam kondisi baik.
Untuk kompetensi akademik guru SMK, dari 25.948 guru SMK yang telah menempuh S1 dan S2 sebanyak 21.037 atau 81,07 persen, sedangkan yang belum S1 hanya 4.911 guru atau 18,93 persen. [142]