[TANGERANG] Warga Tangerang kini dihantui aksi perampokan sejumlah penjahat bertelanjang dada dan hanya mengenakan kolor. Kejahatan yang dilakukan sekitar delapan orang ini sudah terjadi dua kali dalam sepekan di Kabupaten dan Kota Tangerang. "Polisi harusnya bertindak cepat mengungkap pelaku perampokan ini karena meresahkan warga," ujar Chandra, war-ga Perumahan Royal Cipondoh, Selasa (15/4).
Aksi perampokan yang dilakukan sejumlah penjahat kali ini menimpa pengusaha konstruksi besi Sudoyo di Perumahan Bumi Permata Indah Blok B3 No 1 RT 01/11 Kecamatan Karangtengah, Kota Tangerang, Senin (14/4).
Delapan pelaku memasuki rumah korban dengan cara memanjat tembok belakang rumah dan menganiaya Goris (33), satpam penjaga rumah sekitar pukul 02.00 WIB. Kedua tangan Goris diikat dan mulut disumpel di pos jaga. Pelaku juga meracuni anjing peliharaan hingga tewas. Mereka kemudian masuk ke rumah melalui pintu samping dengan cara mencongkel dengan linggis.
Pelaku kemudian memaksa Cici (27) dan Selawati (22), dua pembantu untuk membuka pintu kamar. Kedua pembantu kaget setelah melihat tiga laki-laki hanya mengenakan celana kolor sudah masuk ke dalam kamar. Salah satu dari mereka mengacungkan golok. Sedangkan seorang lagi mengikat mereka dengan kain seprei yang dirobek golok.
Pelaku langsung berpencar untuk melumpuhkan seisi rumah. Lima pelaku menuju kamar
Cathrine. "Mereka mendobrok pintu kamar secara paksa, kami melihat beberapa orang hanya mengenakan celana dalam. Kami dipukul dan mereka mengancam dengan senjata tajam supaya jangan teriak," ujar Cici. Karena melihat mereka sangar-sangar, terang Cici, dirinya bersama Selawati hanya bisa pasrah ketika kedua tangan diikat dan mulut ditutup dengan kain.
Bahkan ketika pelaku merampas perhiasan kalung emas milik Cici seberat empat gram, dia hanya pasrah. Setelah melumpuhkan kedua wanita itu, tiga perampok berpindah ke kamar Budiman (25), pembantu lainnya. Di kamar itu, perampok hanya mengambil telepon genggam kemudian menggiring Budiman dalam keadaan terikat ke kamar yang ditempati Cici dan Sela. "Kami diikat, dan mulut ditutup dengan kain, leher saya ditempelin golok," ujar Cici.
Brankas
Sementara tiga perampok beraksi di kamar pembantu, lima orang lainnya merangsak ke lantai dua dan mendobrak kamar Sudoyo. Di kamar itu hanya ada Catherine (55) istri pemilik rumah. Sedangkan Sudoyo (60) sedang ke luar kota. Catherine kaget karena langsung diancam dengan golok. Dia dilarang berteriak. Perampok memintanya menunjukkan tempat penyimpanan barang berharga. Karena diancam akan dibunuh, dia menunjukkan brankas di kamar kerja suaminya.
Dari brankas itu, perampok mengambil berlian, jam tangan merek Rolex, uang tunai Rp 2 juta, dan sebuah buku tabungan. Setelah itu mereka dengan cepat kabur. Namun, dua buah mobil Mercedes Benz B 1983 ZO dan Daihatsu Feroza yang diparkir digarasi tidak dibawa pelaku. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta. Peristiwa ini lalu dilaporkan korban ke Kepolisian Sektro Ciledug, Tangerang.
Kasat Reskrim Polrestro Tangerang Kompol Budi Herdhi Susianto Sik mengakui komplotan perampok ini mirip dengan komplotan yang beraksi di Curug, Kabupaten Tangerang. "Modus dan jumlahnya sama," kata Budi yang mengakui sudah mendapat info identitas pelaku. Hingga berita ini diturunkan, pelaku belum berhasil ditangkap polisi.
Sebelumnya perampok berkolor beraksi di sebuah bengkel mobil di jalan Pendidikan dan Latihan Penerbangan (PLP) Curug KM12, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu (6/3). Selain merampas harta milik korban, pelaku juga melukai pekerja bengkel menggunakan senjata tajam. Kawanan perampok berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp 20 juta. Namun pihak kepolisian masih mengalami kesulitan mengungkap kasus ini. [132]