[KUALA LUMPUR] Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim yakin dapat segera menumbangkan koalisi berkuasa Malaysia apabila dia menginginkan hal itu. Sebab, cukup banyak anggota parlemen dari kubu pemerintah yang sepakat menyeberang ke kelompok oposisi.
Anwar menyampaikan klaim tersebut, Senin (14/4), setelah polisi menghentikan pidatonya di depan pawai massa untuk merayakan kembalinya mantan wakil PM Malaysia itu secara resmi ke panggung perpolitikan. Penyelenggara pawai massa memperkirakan ada 40.000 orang yang berkumpul untuk menyimak pidato publik Anwar yang pertama di Malaysia sejak diselenggarakannya pemilu pada Maret lalu.
"Sekarang saya dapat mengatakan untuk pertamakalinya, bahwa kami siap menjalankan pemerintahan di negara ini. Kami sudah memiliki angka-angkanya. Sejumlah anggota parlemen dari kubu pemerintah telah mendiskusikannya dengan kami, tetapi kami tidak ingin terburu-buru," kata Anwar kepada wartawan.
Dia menegaskan, tujuan utama oposisi adalah melaksanakan langkah-langkah reformasi, mulai dari pembersihan lembaga peradilan hingga mengakhiri berbagai praktik korupsi, serta memastikan kehidupan antarras yang harmonis.
Menurut dia, oposisi membutuhkan posisi mayoritas yang memadai untuk melaksanakan reformasi. Namun dia tidak memberikan indikasi berapa lama jumlah mayoritas yang memadai dapat diperoleh. Tetapi, dia menagku bersedia menunggu.
Para pendukung oposisi berkumpul di sebuah lapangan olahraga di Kuala Lumpur, kemarin, untuk melakukan hitungan mundur hingga tengah malam guna menandai dimulainya kembali karir politik Anwar Ibrahim. Terhitung Selasa (15/4), larangan hukum yang tidak mengiznkan Anwar memegang jabatan politik apapun secara resmi berakhir.
Perayaan berujung pada dihentikannya pidato Anwar oleh sejumlah polisi yang tiba-tiba menyerbu ketika dia sedang menyampaikan pernyataan di depan para pendukungnya. Polisi berdalih, Anwar tidak mengantongi izin. [AP/E-9]