[HARARE] Pengadilan Tinggi Zimbabwe dalam sidang Senin (14/4), menolak permintaan oposisi untuk mengeluarkan putusan yang mewajibkan pemerintah Zimbabwe agar mengumumkan segera hasil-hasil pemilihan presiden. Dengan keputusan tersebut, harapan segera diakhirinya krisis politik yang melumpuhkan Zimbabwe tak urung kandas. Sebaliknya, penolakan pengadilan tinggi itu mendorong oposisi menyerukan diselenggarakannya demonstrasi besar-besaran di seantero negara tersebut.
Pemimpin oposisi Morgan Tsvangirai mengatakan, dia meraih kemenangan telak dalam pemilu 29 Maret. Tsvangirai menuding Presiden Robert Mugabe sengaja menunda-nunda diumumkannya hasil-hasil pemilihan presiden sebagai upaya untuk mempertahankan cengkeraman kekuasaan yang sudah berlangsung 28 tahun.
Sejumlah perhitungan suara independen memperlihatkan Tsvangirai memang memenangkan pemilihan presiden. Tetapi, kemenangannya tidak cukup memadai untuk menghindarkan terjadinya pemilu putaran kedua
Oposisi serta sejumlah kelompok hak asasi manusia (HAM) menyebutkan, sejak pemilu diselenggarakan, militan-militan partai ZANU-PF dukungan Mugabe melancarkan serangkaian kampanye kekerasan terhadap para pendukung oposisi menjelang kemungkinan diselenggarakannya pemilu putaran kedua.
Zimbabwe Lawyers for Human Rights, kemarin, mengungkapkan telah berhasil mendokumentasikan sedikitnya 130 serangan terhadap aktivis oposisi atau para pemantau pemilu independen. Irene Petras, direktur organisasi itu, menyebutkan, dua orang tewas dan 29 cedera akibat serangan-serangan kelompok militan pro pemerintah Mugabe.
Gerakan untuk Perubahan Demokratik (Movement for Democratic Change/MDC) di bawah pimpinan Tsvangirai sebenarnya berharap Pengadilan Tinggi Zimbabwe akan mengeluarkan putusan yang memaksa Komisi Pemilu Zimbabwe (ZEC) untuk segera mengeluarkan hasil-hasil pemilihan presiden setelah dinanti-nantikan selama 16 hari. Para hakim di Pengadilan Tinggi Zimbabwe kebanyakan merupakan pendukung setia Mugabe. ZEC, yang telah mempublikasikan hasil-hasil pemilu parlementer hanya beberapa hari setelah pencoblosan digelar. [AP/AFP/E-9]