[MERAK] Produksi daya listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) PT Indonesia Power (IP) di Suralaya, Kecamatan Pulo Merak, Cilegon, Banten mengalami defisit sebanyak 1.000 Mega Watt (MW). Penyebabnya, dua dari tujuh unit pembangkit listrik, yakni Unit III dan V, masih dalam perawatan berkala. Akibatnya, pasokan listrik untuk Jawa-Bali berada dalam status siaga.
"Tak ada pemadaman bergilir, meski dalam status siaga. Sebab, kami memaksimalkan semua pembangkit nonperawatan. Perbaikan yang dijadwalkan sebelumnya, rata-rata rampung dalam lima bulan," kata Direktur Produksi PT IP Pusat Jakarta, Bambang Susianto di Merak, Banten, Senin (14/4), membenarkan status siaga pasokan listrik Jawa-Bali.
Unit Pembangkit III selama ini memproduksi 400 MW, dan Unit V sebanyak 600 MW. Dalam kondisi normal, ketujuh unit pembangkit biasanya memproduksi 3.400 MW, namun kini tinggal 2.400 MW.
"Selain PLTU Suralaya, delapan pembangkit di Jawa dan Bali juga mengalami defisit listrik karena sedang masa perbaikan," kata General Manager Bidang Umum PT PI, Ridwan Suwarno. Dikatakan, Pada Februari lalu, pasokan listrik Jawa-Bali sempat krisis dan terjadi pemadaman bergilir, akibat krisis bahan bakar batu bara. "Defisit kali ini bukan karena kekurangan bahan bakar atau kerusakan mesin, tetapi perawatan berkala yang harus dilakukan. Khusus Unit V, travonya sedang diperbaiki," katanya.
Menurut Ridwan, perawatan di Unit III diperkirakan akan selesai pada akhir April 2008, sehingga Mei 2008 bisa dioperasikan kembali. Unit V diupayakan selesai pada Juli 2008.
Ia memerinci, Unit I-I|V masing-masing menghasilkan 400 MW listrik, Unit V-VII masing-masing 600 MW. Sementara Unit VIII, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan, mampu menghasilkan daya listrik sebesar 600 MW. [149]