SUARA PEMBARUAN DAILY

Obama: Islam Bisa Sejalan dengan Dunia Modern

[GRANTHAM] Isu keislaman Barack Obama dipertanyakan dalam diskusi Compassion Forum di Messiah College di dekat Harrisburg, Pennsylvania, pada Minggu (13/4) malam atau Senin (14/4) pagi WIB. Bersama saingannya, Hillary Rodham Clinton, Senator Illinois tersebut menjawab berbagai pertanyaan tentang pengaruh agama dan kepercayaan baik di dalam kehidupan sehari-hari maupun kesibukan mereka di tengah masyarakat.

Untuk kesekian kalinya, Obama ditanya tentang latar belakang keislamannya, serta pengalaman bersekolah di Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim. Obama mengakui, ia punya latar belakang keislaman dari ayahnya yang berasal dari Kenya.

"Saya, di Indonesia, bersekolah di sebuah sekolah negeri," tegas Obama, tentang SDN Menteng 01 (atau SD Besuki) tempat ia menuntut ilmu. Ia menegaskan, pengalaman semasa bersekolah di Indonesia sama sekali berbeda dengan apa yang kerap ditangkap publik jika berbicara tentang situasi negara-negara Islam di Timur Tengah. "Apa yang diajarkan pada saya, dan kini masih mengilhami saya apabila berbicara tentang kebijakan luar negeri, adalah Islam bisa sejalan dengan dunia modern. Umat Islam bisa menjadi partner dengan umat Kristen dan Yahudi, maupun Hindu dan Budha, di dalam upaya menciptakan dunia yang semakin baik," katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Obama, ia senantiasa berhati-hati dan waspada terhadap upaya-upaya untuk menggambarkan Islam dengan kekerasan. "Mayoritas pemeluk Islam adalah orang-orang yang punya iktikad baik. Mereka berupaya keras menghidupi keluarga sejalan dengan nilai-nilai ideal, dan berupaya mendidik anak-anak mereka sebaik mungkin. Saya pikir itu yang harus saya kenang, ketimbang terus bersepakat dengan ide benturan peradaban yang seringkali bersifat politis," katanya.

Dalam forum yang diperuntukkan membahas isu yang terbilang jarang diangkat dalam kampanye, Obama dan Hillary membicarakan bagaimana Tuhan hadir dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka juga mengungkapkan seberapa banyak mereka membaca Alkitab. Mereka juga berbicara tentang sejumlah isu sulit, seperti aborsi, penahanan nafsu, serta HAM, yang dibingkai dalam konteks kepercayaan. Keduanya berupaya menjangkau simpati para pendukungnya di Pennsylvania, khususnya tentang isu-isu terkait agama dan keyakinan, menjelang pemilihan pendahuluan (primary) di negara bagian itu pada 22 April.

Keduanya tampil secara terpisah dalam forum itu. Obama sejenak berpapasan dengan Hillary ketika mantan Ibu Negara tersebut meninggalkan panggung. Obama lantas duduk di tempat yang semula digunakan Hillary. Momen senda gurau dan jabat tangan antara keduanya untuk sejenak bisa menghentikan hari-hari penuh kemarahan dan saling tuduh di antara mereka terkait komentar kontroversial Obama tentang pemilih di kalangan kelas pekerja di kota-kota kecil. [AP/CNN/E-9]


Last modified: 14/4/08