SUARA PEMBARUAN DAILY

Pemilih Mengambang Untungkan Hade

[BANDUNG] Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) unggul sementara dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Jabar versi penghitungan cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Jaringan Isu Publik (JIP). Hitung cepat di 400 tempat pemungutan suara (TPS) di 26 kabupaten dan kota menunjukkan 44.376 suara (39,97 persen) untuk pasangan Hade. Dua pasangan lain, Agum Gumelar-Nu'man Abdul Hakim (Aman) dan Danny Setiawan-Iwan Sulanjana (Da'i), masing-masing mendapat 37.903 suara (34,14 persen) dan 28.741 suara (25,89 persen).

Data sementara yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar pun menunjukkan hasil yang tak jauh berbeda. Hingga Senin (14/4) pukul 09.30 WIB, dari 1.287.579 suara yang masuk, Hade memperoleh 513.484 (40 persen), Aman 431.752 suara (34 persen), dan Da'i 342.343 suara (26 persen). "Pengumuman dan hasil rekapitulasi baru ditetapkan antara tanggal 22 dan 23 April," kata Ketua KPU Jabar, Setia Permana di Bandung, Senin (14/4).

Menurut Direktur Pemenangan LSI, Widdi Aswindi, di Bandung, Minggu (13/4), hasil itu membuktikan adanya harapan besar akan perubahan di Jabar. Pasalnya, selain masih muda, Hade ini merupakan orang Jabar yang besar di Jakarta.

Pasangan itu mampu memobilisasi pemilih mengambang dalam waktu satu minggu sebelum waktu pencoblosan. Dari 27,9 juta pemilih yang ada di daftar pemilih tetap (DPT), lanjutnya, 19 persen di antaranya merupakan pemilih mengambang. "Ini kejadian aneh, karena beberapa waktu sebelumnya pasangan ini berada di posisi tiga. Tapi sekarang bisa melampaui pesaingnya," ujar Widdi.

Dia tidak menampik jika keunggulan itu ditopang popularitas Dede Yusuf sebagai artis. Dengan popularitas itu, mereka bisa mendulang suara dari ibu-ibu rumah tangga dan anak muda.

Sedangkan, menurut pakar hukum dan politik Universitas Padjadjaran Bandung, Pantja Astawa, melejitnya perolehan suara Hade yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menunjukkan masyarakat Jabar lebih memilih calon yang dianggap mampu membawa perubahan. "Partai besar yang pernah berkuasa ternyata dinilai tidak ada membawa perubahan yang signifikan bagi rakyat," katanya kepada SP, Senin (14/4).

Pasangan yang unggul sementara, yakni Hade diusung PKS (14 kursi) dan PAN (7 kursi). Dua kandidat lain, Da'i diusung Partai Golkar (28 kursi) dan Demokrat (9 kursi), serta pasangan Aman yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (19 kursi), Partai Persatuan Pembangunan (13 kursi), Partai Kebangkitan Bangsa (7 Kursi), Partai Bulan Bintang (1 kursi), Partai Karya Peduli Bangsa (1 Kursi), Partai Damai Sejahtera (1 kursi). "Jumlah kursi di atas merupakan hasil Pemilu Legislatif 2004. Masyarakat sudah banyak belajar," katanya.

Perubahan

Menanggapi hal itu, Ahmad Heryawan menyatakan,"Saya bersyukur, berterima kasih kepada masyarakat Jabar yang pilih pasangan Hade." Dia mengaku ingin berbuat lebih banyak bagi masyarakat Jabar.

Sementara itu, Partai Golkar menyatakan masih menunggu hasil resmi Pilkada Jabar yang dalam penghitungan sementara dimenangi Hade. Sedangkan PDI Perjuangan menyatakan akan melakukan evaluasi atas kekalahan pasangan yang mereka usung.

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Rully Chairul Azwar mengaku peluang Da'i memenangi pilkada Jabar agar berat. Sedangkan, Sekjen PDI-P Pramono Anung menyatakan hasil pilkada Jabar adalah cerminan demokrasi. [153/HR/Y-3]


Last modified: 14/4/08