![]()
SP/Luther Ulag
Petenis putra Indonesia Christhoper Rungkat berusaha mengembalikan bola saat melawan petenis Tiongkok, Yan Bay pada pertandingan babak semifinal grup II Zone Asia Aceania Kejuaraan Tenis Beregu Putra Piala Davis di Lapangan Tenis, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (13/4).
[JAKARTA] Tim Indonesia tetap berada di Grup II zona Asia Oceania kejuaraan tenis beregu putra Piala Davis setelah di semifinal dikalahkan tim tamu Tiongkok 2-3 di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, dan berakhir Minggu (13/4). Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti), Martina Wijaya, tersulut emosinya ketika menjawab pertanyaan wartawan seputar pembentukan tim Piala Davis yang dinilai banyak pihak terkesan pilih kasih.
Misalnya masuknya Ayrton Wibowo yang disebut-sebut masih ada yang lebih pantas ketimbang dia. Di antara pemain yang disebut lebih pantas menjadi pemain tunggal kedua adalah Prima Simpatiaji dan Aditya Hari Sasongko. Bahkan sejumlah wartawan juga mempertanyakan latar belakang penolakan sejumlah pemain untuk memperkuat tim nasional. Ketika seorang wartawan berkomentar sistem perekrutan tim Piala Davis telah merusak pemain, Martina menjawab dengan nada tinggi.
"Coba tunjukkan pemain mana yang kami rusak!" jawab Martina setengah berteriak. Menurut dia pemilihan tim Piala Davis ada mekanismenya. Bila pemain tidak mau mengikuti aturan yang dibuat PP Pelti otomatis pemain yang bersangkutan tidak dipilih, Martina menegaskan
Pada pertandingan tersebut tim Indonesia lebih dulu tertinggal 1-3 setelah tunggal utama Indonesia, Christopher Rungkat, gagal mempersembahkan angka pada pertandingan tunggal, Minggu (13/4) pagi. Christoper menyerah 1-6, 4-6, 6-1, 0-6 kepadaYan Bay. Kekalahan ini menyusul penampilan buruk Christopher akibat kelelahan karena tenaganya terkuras dalam pertandingan ganda hari Sabtu (12/4). Di nomor ganda itu Christopher yang berpasangan dengan I Ketut Nesa Artha harus berjuang 5 jam 30 menit untuk menaklukkan pasangan Tiongkok, Zhe Li/Gong Maoxin, 6-7 (1), 6-4, 2-6, 6-3, 9-7.
"Saya minta maaf kepada masyarakat. Saya sudah berusaha maksimal," kata Christopher. [A-11]